Pages - Menu

▼

Rabu, 27 Januari 2016

Mau Bertanya, Nggak Sesat di Jalan #AskBNI


Dalam hidup ini, kita pasti membutuhkan orang lain. Karena tidak semua hal kita tahu, tidak semua hal bisa kita kerjakan sendiri dan tidak semua masalah dapat kita selesaikan sendiri. Oleh karena itu, kita harus memahami pentingnya ‘bertanya’.

Dewasa ini, keberanian untuk bertanya mungkin acap kali dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Padahal jika kita telaah lebih lanjut, tidak semua dari kita berani untuk mengajukan pertanyaan yang kita punya. Ada banyak alasan, seperti takut, malu, gengsi, dan masih banyak lagi. Namun sangat disayangkan karena kita tidak pernah mengapresiasi orang yang berani bertanya.

‘Bertanya’ adalah kegiatan yang secara tidak langsung sangat bermanfaat pada kita. ‘Bertanya’ bukan merupakan hal sepele, sehingga tidak bisa dilakukan oleh orang yang sembarangan.

Lalu apa pemikiran kalian mengenai budaya bertanya pada orang lain? Penulis telah memperhatikan mulai dari ruang lingkup yang kecil, yaitu di rumah dan di sekolah. Terkadang orang yang sering bertanya dianggap sok mau tahu dan sok ikut campur atau yang lebih parah lagi orang itu akan dimarahi karena bertanya mulu.

Coba ingat-ingat ketika anda berada di sekolah dulu, ketika ada teman yang banyak bertanya, mungkin kalian akan menganggap jika teman kalian itu sekedar ‘cari perhatian’ saja (ini adalah salah satu pengalaman penulis saat banyak bertanya di kelas). Padahal belum tentu seperti itu. Jika kita amati dari sisi positifnya, teman kita yang bertanya tersebut telah selangkah lebih maju, selangkah lebih tahu daripada kita. Dia mendapatkan informasi yang mungkin saja belum kita ketahui. Pemikiran negatif yang tanpa sengaja sudah ditanamkan sejak kecil ini, membuat sebagian besar orang menjadi enggan untuk bertanya.

Tetapi penulis tidak pernah menyesal karena telah banyak bertanya di dalam kelas, karena manfaatnya sangat penulis rasakan, yaitu penulis bisa mengerti pelajaran dengan baik dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Selain itu dengan bertanya membuat penulis dikenal sebagai murid yang aktif dan melatih keberanian penulis untuk berbicara dengan orang yang lebih tua.

Malahan, teman-teman penulis seringkali meminta tolong penulis untuk menanyakan hal yang penting pada guru. Mengapa mereka tidak menanyakannya sendiri? Karena mereka takut. Jujur, penulis merasa prihatin akan keadaan ini. Beberapa kali penulis mencoba untuk mendorong mereka agar berani bertanya, namun mungkin karena mentalitas mereka telah terbentuk seperti itu, jadi usaha penulis sia-sia.

Penulis sangat setuju dengan salah satu quotes Bank Negara Indonesia (BNI), yaitu mau bertanya, nggak sesat di jalan. Untuk mendukung hal itu, BNI telah menyediakan fitur di TWITTER dengan hashtag #AskBNI, yang memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi secara lengkap. Kita bisa bertanya apa saja disini dengan mudah. BNI memberikan kesempatan seluas-luasnya pada kita untuk bertanya, jadi ayo gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya.


Mulai dari saat ini, marilah ubah pola pikir kita semua untuk berani bertanya. Lawanlah segala rasa takut, malu dan kesombongan dalam diri kita yang menganggap kita sudah tahu segalanya. Karena yang kita pahami belum tentulah benar. Bertanyalah pertanyaan yang tepat kepada orang yang benar. Jadilah aktif bertanya agar kita tidak tersesat di jalan (seperti judul diatas). Tak usah perdulikan pandangan orang lain, selama kita tidak merugikan mereka, abaikan saja. Karena kita yang akan merasakan manfaatnya, bukan mereka. Salam sukses untuk kita semua. #ASKBNI

ANDAI


Andai …
Kehidupan hanyalah sebuah ilusi
Akar tidak akan berjuang
Mengikat bumi dalam pelukannya

Andai …
Kebaikan sirna
Tidak akan ada hidup
Tersisa orang hidup yang mati

Andai …
Tak ada sang waktu
Yang menjaga kenangan dan angan
Dengan penuh kemisterian

Andai …
Hidup tanpa riak ombak
Bagai berlayar di sungai
Hanya mendapat sedikit

Andai …
Sudah tiba akhirnya
Masa kehidupan telah habis
Kemana kan bermuara?

Senin, 25 Januari 2016

Dunia Gue (Welcome To My Life)

Post kali ini gue ingin menceritakan sedikit banyaknya mengenai kehidupan sehari-hari gue. Siapa tahu ada hikmah yang bisa diambil dari hidup gue.

Sekarang-sekarang ini gue lagi disibukkan dengan beberapa kegiatan, yaitu ngeblog, les, ujian, tugas, dan lomba. Seperti yang kalian tahu, gue baru mulai ngeblog beberapa minggu yang lalu, jadi ini merupakan salah satu kesibukan gue yang baru. Tapi, gue ga nganggep blog itu sebagai beban, melainkan sebagai suatu kesenangan untuk menyalurkan hobi gue dan sharing mengenai kehidupan gue.

Banyak orang yang bilang “Sepandai-pandainya seseorang, jika orang itu tidak menulis, maka ia akan hilang dari kehidupan dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Intinya, dengan menulis kita bisa meninggalkan sebuah jejak bagi orang lain, walaupun kita telah meninggal dunia. Jadi, gue memutuskan menulis sebelum gue menyesal karena belum pernah mencoba.

Well, kesibukan gue selanjutnya adalah les. Disini, gue berperan sebagai pengajar, bukan pelajar. Jadi, gue kayak buka les privat gitu lah buat temen-temen, kan udah mau ujian nih. Sebenernya bukan gue yang mau buka les, tapi mereka yang minta gue buat ngajarin mereka. Ya udahlah untuk mengisi kesibukan gue, gue ambil aja. Itung-itung juga sekalian belajar dan mengamalkan ilmu.

“Sebaik-baiknya ilmu yang dikuasai adalah ilmu yang diamalkan untuk kepentingan orang banyak.”

*Entah kenapa gue mendadak mengeluarkan quotes ya haha..*

Ujiannn.. Bentar lagi gue ujian. Hmm.. gue kan sekarang ini berstatus pelajar tingkat akhir, yaitu kelas 12. Jadi gue harus siap dengan segala Ujian Praktek, Ujian Sekolah dan Ujian Nasional. Belum lagi tugas-tugas-tugas yang tiada habisnya sampe kadang membuat gue stress dan sedikit muak haha.. Tapi gue berusaha tabah dan ‘jalanin aja’. Toh tinggal beberapa bulan lagi. Jadi harus semangat !

Akhir-akhir ini gue juga lagi sibuk nyiapin diri buat ikut Olimpiade Akuntansi dan Pasar Modal di PNJ yang akan gue ikuti pada tanggal 3 Februari. Waktunya tinggal bentar lagi dan gue merasa belom siap. Huh.. Gue dipilih oleh guru akuntansi gue. Tapi gue agak merasa takut karena guru gue sangat mengharapkan gue menang. Semoga ya gue bisa menang sehingga gue bisa mempersembahkan yang terbaik buat diri gue sendiri, orangtua, guru dan sekolah gue. Amin.

Gue sangat menghargai proses, dan gue berharap bisa mempersembahkan yang terbaik dalam prosesnya. Karena menurut gue, hasil yang baik atau kemenangan bisa saja di dapat dari proses yang tidak baik. Sedangkan yang terpenting adalah proses yang kita jalani. Jika prosesnya baik, niscaya hasil yang kita peroleh pun akan baik dan kita akan merasa puas atas apa yang telah kita kerjakan.

Coba kalian rasakan, antara ulangan dapet 100 karena belajar semalam suntuk (usaha sendiri) dengan ulangan 100 tapi karena menyontek. Pasti rasanya beda. Lu akan mendapatkan suatu rasa yang ga bakal bisa dilukiskan dengan kata-kata *cailah* ketika lu dapet karena usaha lu sendiri. Lu akan merasa bangga pada diri lu sendiri. Tapi ga boleh sampai jumawa juga ya. Gue udah ngerasain gitu soalnya.

Tapi sangat disayangkan karena mindset orang zaman sekarang adalah mementingkan hasil daripada proses. Itu adalah hal yang menyedihkan. Mungkin karena sejak kecil, kita terbiasa dididik untuk mendapatkan rangking yang setinggi-tingginya dan nilai yang bagus. Orang akan memandang kita pintar jika kita memperoleh nilai yang bagus, bukan dari usaha atau proses yang  kita jalani.

Gue berharap gue bisa mengatasi dan membagi waktu gue dengan seimbang untuk keluarga, sekolah dan urusan pribadi gue. Karena gue ga ingin ada yang terbengkalai. Dengan kesibukan yang terkadang membuat gue frustasi ini, gue bisa belajar manage waktu dengan lebih baik dan cara untuk mengatasi stress. Jadi ya gue syukuri dan jalanin aja. Anggap aja sebagai proses untuk menjadikan diri gue menjadi pribadi yang lebih baik.

Ketika kekuatan pikiran kita mengatakan “BISA”, maka kita akan BISA melewati itu semua. Tapi, jika kita berpikir “TIDAK MAMPU”, maka kita TIDAK AKAN MAMPU menyelesaikannya. Karena kekuatan pikiran merupakan kekuatan yang sangat hebat dalam mensugesti sikap kita.

“Kata mustahil hanya dimiliki oleh orang yang belum pernah mencoba. Kata sulit merupakan kosakata orang yang tidak mau berusaha. Dan kata gagal adalah perbendaharaan kamus bagi orang yang cepat menyerah.”

Inilah sebuah ritme kehidupan yang harus kita jalani. Kita mau jadi apa, kita yang mengatur. Kita yang mengatur dunia, bukan dunia yang mengatur kita.


Cukup sekian curhatnya haha.. Keep calm and everything will be ok :)

Sabtu, 23 Januari 2016

Buku Favorit



Pada postingan kali ini, gue mau share mengenai beberapa buku yang gue suka berdasarkan jenisnya. Gue seneng banget sama kegiatan membaca, karena dengan membaca gue bisa menambah perbendaharaan kata yang gue miliki, gue bisa membayangkan  dan mengkhayalkan suatu kejadian dari buku yang gue baca. Gue juga bisa belajar banyak mengenai pengalaman hidup dari sebuah buku. Dan yang paling penting adalah dengan membaca bisa membuat wawasan bertambah. Gue banyak ngerasain hal-hal positif akibat hobi gue ini. So, mulai sekarang ayo rajin-rajinlah membaca, ga ada ruginya deh.. :D

1. Misteri
Ini adalah genre buku yang paling gue suka. Cerita-cerita detektif dan misteri yang membuat penasaran selalu bisa membuat gue betah berlama-lama untuk membaca. Disini ada beberapa novel misteri atau novel detektif yang gue sukain.
·        Ten Little Niggers (10 Anak Negro) – Agatha Christie

Judul asli dari novel ini adalah And Then There Were None (Lalu Semuanya Lenyap). Ini adalah novel karangan Agatha Christie pertama yang gue baca, dan ketika itu juga gue langsung jatuh cinta pada karya-karyanya. Saat itu, gue minjem novel ini di perpustakaan sekolah gue. Gue udah baca sekitar 3 kali dan ga pernah bosen-bosen. Alurnya yang menegangkan dan penuh misteri, membuat pembaca penasaran. Bahkan bagian akhir adalah sesuatu yang tak disangka-sangka. Kalian harus coba baca buku ini, ga bakal nyesel deh #promosi. Nih sinopsisnya :
“Sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Walaupun mereka masing-masing menyimpan suatu rahasia, mereka tiba di pulau itu dengan penuh harapan, pada suatu sore musim panas yang indah. Tetapi tiba-tiba saja terjadi serentetetan kejadian misterius. Pulau itu berubah menjadi pulau maut yang mengerikan… Panik mencekam orang-orang itu ketika mereka satu demi satu meninggal… satu demi satu…
Novel Agatha Christie yang paling mencekam dan menegangkan!
Cerita detektif – tanpa detektif!”

·      Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle


Detektif yang sudah terkenal dalam memecahkan berbagai macam kasus pembunuhan tersulit. Dengan menggunakan teknik pemecahan yang sebenarnya sederhana, namun mungkin tidak terpikirkan oleh kita semua, Sherlock Holmes berhasil memecahkan banyak kasus. Novel ini juga sangat seru dan membuat pembaca menerka-nerka mengenai kelanjutan kisahnya. Dan, sesuatu yang ga kalian sangka-sangka mungkin akan terjadi. Jika kalian ingin membaca ebooknya, kalian bisa unduh di sini.

2. Inspiratif/Motivasi
Genre buku ini adalah salah satu buku yang gue suka juga. Kenapa? Karena kalau misalnya gue lagi down, atau gue lagi ada masalah, dengan membaca buku ini gue bisa termotivasi dan ngerasa bangkit kembali. Beberapa buku yang menurut gue ampuh dan dalem buat semangatin diri kita adalah :

·        Tetralogi Laskar Pelangi – Andrea Hirata


Buku ini terdiri dari 4 judul yang kisahnya saling berkesinambungan, yaitu mulai dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan yang terakhir adalah Maryamah Kaprov. Gue yakin kalian semua udah pada sering denger mengenai novel atau film Laskar Pelangi. Novel yang menceritakan mengenai kisah perjuangan anak pedalaman yang ingin bersekolah dan senang bermimpi. Hingga suatu saat anak tersebut dapat mewujudkan impiannya. Buku ini mengajak kita untuk berani bermimpi dan mewujudkannya. I like it very much !

·     Fight Like A Tiger, Win Like A Champion – Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadi


Gue tahu buku ini dari rekomendasi temen gue. Pas gue liat sekilas isinya, gue langsung tertarik untuk membacanya. Buku ini berisi mengenai prinsip-prinsip kehidupan bagi yang ingin mencapai kesuksesan atau kebahagiaan. Nilai-nilai kehidupan tersebut dikemas dalam cerita-cerita pendek yang inspiratif dan sarat dengan makna. Gue belom baca buku ini sampai habis, tapi gue sangat menganjurkan kalian buat baca buku ini. Delapan Prinsip Kesuksesan dalam buku ini akan menunjukkan kepada kalian bagaimana membangun sikap yang positif, bagaimana memiliki mimpi yang besar, bagaimana menemukan karier yang dicintai, bagaimana memompa memotivasi dari dalam secara terus menerus, bagaimana mengubah kegagalan menjadi kemenangan, bagaimana mengambil tindakan untuk berubah, bagaimana memilki 100% champion's mindset, dan bagaimana menjadi juara sejati dalam hidup ini.

·        30 Hari Mencari Jati Diri – Aris Ahmad Jaya


Ini adalah buku yang baru aja gue baca. Gue ga sengaja nemu nih buku dari perpus. Buku ini berisi mengenai pribadi yang sukses, cara mencari jati diri kita sendiri, hal-hal positif yang harus ada di dalam diri kita, dan masih banyak lagi. Disertai quotes-quotes yang sangat membangun, sehingga kalian akan tersentuh saat membacanya dan mensyukuri segala yang ada dalam hidup ini. Mau menjadi pribadi yang lebih baik? Buruan baca haha..

  3. Romance remaja (teenlit)
Untuk genre yang satu ini, ya gue kan masih remaja, jadi maklumlah kalau gue juga suka sama cerita teenlit. Cerita yang ringan dan menggambarkan polemik kehidupan remaja sehari-hari, menjadi peneman waktu gue di kala bosan. Gue sih lebih suka dengan cerita yang ada Bad Boy nya gitu dan happy ending. Gue ga kuat kalo baca yang sad ending, suka kebawa galau sampe berapa hari wkwk.. Nih ada 1 novel teenlit yang gue suka, yaitu :

·      Trilogi Jingga dan Senja – Esti Kinasih


Buku ini terdiri dari 3 judul, yaitu Jingga dan Senja, Jingga dalam Elegi, dan Jingga Untuk Matahari. Gue suka dengan buku ini karena jalan ceritanya yang ga gampang ditebak dan bahasa yang digunakan sangat pintar dalam memainkan emosi para pembacanya. Untuk sinopsis dari masing-masing buku karangan Esti Kinasih ini, kalian bisa baca di http://tulis.yu.tl/trilogi-jingga-dan-senja-esti-kinasih.xhtml


Itu adalah beberapa genre buku yang gue suka. Gue ga terlalu suka dengan buku fantasy, dan history gitu. Jadi, gue ga pernah baca novel Harry Potter dan semacamnya itu. Dan, itu adalah beberapa ulasan buku yang gue rekomendasikan buat kalian, semoga kalian suka membaca juga dan bisa merekomendasikan buku yang bagus bagi gue. Thanks for read guyss..

Kamis, 21 Januari 2016

Puisi Penantian

Guyss.. Hujan-hujan gini enakan nulis puisi galau hehe.. Nih gue ada sebuah puisi yang iseng-iseng gue buat. Tentang sebuah penantian, cieee... Maaf kalo jelek, namanya juga masih amatir. Selamat membaca, dihayati ya..


Penantian

Termangu menunggu senja
Dalam cengkeraman kesunyian
Tanpa kicauan gumamanmu

Binar mata meredup
Terbuai oleh kenangan lama
Yang digulung sang waktu

Lorong yang sepi
Hanya meninggalkan jejak
Tanpa ada malaikatku

Semua hanya pelipur hati yang tandus
Angin membius enggan menyapaku
Kehangatan yang singgah
Telah pudar tergantikan dingin

Sepi merasuki relung jiwa
Menutup senja kelabu
Dengan air mata

Rembulan yang kurindukan
Tak kunjung hiasi malam
Menambah luka yang terjaring

Kenangan itu
Tak lekang oleh waktu
Di sudut hati tak tersentuh

Seakan daun yang terbang
Tak mungkin kembali
Terbentur dengungan takdir

Dapatkah kau menerka
Rindu yang kutitipkan di kala hujan
Yang kusemayamkan dalam rimbunnya ilalang
Namun teredam oleh kenyataan pahit

PPA BCA Part 3

Halooo.. Bertemu lagi dengan gue, terimakasih untuk pembaca yang setia membaca sampai part 3 hehe.. Part 2 nya ada di sini. Semoga pengalaman gue ini bisa berguna dan menginspirasi kalian ya. Ok, langsung aja, cekidot.

Saat menunggu hasil interview 2 ini, gue merasa perasaan gue terombang-ambingkan. Kenapa? Gini nih ceritanya. Jadi temen gue yang ikut interview 2 kemarin, udah ditelpon untuk mengikuti medical check up. Sedangkan gue? Gue belom ditelpon.

Gue kan jadi parno sendiri tuh. Gue udah sempet nangis karena gue kira gue ga lolos. Padahal kan tinggal 1 tahap lagi. Gue kecewa pake banget. Setelah melalui sehari dengan penuh kegalauan, sampe lemes buat ngapa-ngapain. Sorenya, sesuatu yang ga gue sangka-sangka terjadi, yaitu BCA menelpon gue. Ada apa gerangan? Seketika, harapan gue timbul lagi. Mudah-mudahan bukan harapan kosong ya.

Suara si penelepon terdengar sangat merdu sekali di telinga gue waktu itu. Pembaca pasti udah bisa menebak kalau gue LOLOS ke medical check up. Gue bingung gimana ngungkapin rasa seneng gue lewat kata-kata. Karena rasa itu ga bisa diungkapin dengan kata-katanya. Begitu dalam. Saking dalamnya sampe membuat gue terharu, karena gue ga nyangka bisa melangkah sejauh ini. Tuhan menjawab segala doa gue. Semua penantian, waktu, tenaga dan pengorbanan gue untuk BCA ini tidak sia-sia.

Gue waktu itu nunggu cuma 1 minggu kok. Jadi ga lama-lama amat digantunginnya. Medical check up dilaksanakan hari Sabtu, 28 November 2015 di Klinik Miracle, Indofood Tower. Untungnya hari sabtu, jadi gue ga perlu ijin sekolah lagi.

Pada tahap terakhir ini, gue mengikuti 3 jenis tes, yaitu tes urine dan ambil darah, pemeriksaan umum oleh dokter, dan rontgen paru-paru. Gue ngerasa takut pas ambil darah, karena waktu itu gue ngeliat jarum suntik yang digunakan. Jadi gue parno sendiri. Tapi syukurnya gue udah ngelewatin semua itu, dan kalau bisa, gue ga mau lagi berurusan dengan benda tajam itu.

Tes kesehatan selesai, dan gue menunggu telepon dari BCA lagi. Kalau kata kakak kelas di BCA, kalau udah sampe di tes kesehatan, kemungkinan besar diterima. Tapi tetep aja gue ga bisa tenang nunggunya. Kali ini, gue nunggu dalam waktu yang cukup lama, yaitu 1 bulan. Yap, gue diterima. I’m so happy. Tanggal 29 Desember 2015, gue dipanggil untuk tandatangan kontrak. Dan resmilah gue menjadi anak PPA BCA. Welcome to Sentulllll !!!!

Nih seperti yang telah gue janjikan sebelumnya, gue akan ngasih liat foto gedung BCA di Sentul yang lagi dibangun.






Sebuah perjalanan panjang, memakan waktu 4 bulan namun memberikan hasil yang memuaskan. Banyak pelajaran yang bisa gue ambil dari pengalaman gue ini, gue bisa belajar mengenai arti kesabaran dan pengorbanan. Tentang sebuah kedewasaan untuk mengambil sebuah pilihan dan menanggung segala resiko yang ada. Tentang berharganya sebuah kesempatan. Dan gue sangat bersyukur pada Tuhan yang menjawab semua doa gue dan memberikan yang terbaik untuk masa depan gue.


Gue percaya satu hal, tidak  ada usaha keras, niat yang tulus, keringat, air mata dan doa yang tidak diperhitungkan. Semuanya akan indah pada waktunya. Jika kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan atau harapkan, berarti mungkin saja apa yang kita inginkan itu bukanlah merupakan hal yang terbaik untuk kita. Hanya Tuhan yang tahu yang terbaik untuk kita. Tetap semangat dan jangan menyerah! Salam sukses untuk kita semua

Selasa, 19 Januari 2016

PPA BCA Part 2

Selamat datang di part 2 hehehe… Yang belom baca part 1 nya, di sini nih.

Gue mau lanjutin part 1 nih, dimana gue lagi melakukan penantian terhadap hasil tes psikotes 2 yang akan diumumkan melalui telepon. Pheww.. menunggu adalah sesuatu yang menyebalkan, tapi merupakan suatu proses yang harus dijalani. Untunglah penantian gue ga berlangsung lama, karena tepat 1 minggu setelah psikotes, gue ditelpon oleh BCA yang mengundang gue untuk tes interview 1 di Wisma Asia 1, Slipi pada hari Selasa, 3 November 2015 pukul 13.30. Gue seneng banget bisa lolos lagi.


Karena hari interview itu jatuh pada hari selasa, jadi dengan sangat terpaksa gue harus ijin ga masuk sekolah. Sehari sebelum interview, gue mengalami dilema yang sangat berat. Why ? Karna lomba akuntansi (LKS) bentrok sama interview 1 itu. Jadi gue harus mengorbankan salah satunya. Ya walaupun berat, akhirnya gue bisa mengambil keputusan yang mudah-mudahan menjadi keputusan yang terbaik di masa yang akan datang. Dilema, kegalauan dan kebimbangan ini akan gue ceritakan nanti dalam 1 postingan tersendiri hehe..

Hari interview pun tiba, dan disana gue berkenalan dengan 2 orang yang juga akan mengikuti tes interview. Mereka berasal dari sekolah yang sama sehingga mereka udah ngobrol akrab gitu. Gue menunggu panggilan sembari mengobrol dengan mereka. Dan, mereka bercerita jika mereka dipanggil untuk tes psikotes hanya dalam waktu 1 minggu, sedangkan gue ? 2 bulan cuyyy.. Tak apalah, yang penting gue duduk di antara mereka untuk tes interview.

Nama gue pun dipanggil. Gue menarik napas panjang untuk menenangkan diri gue dan mengusir rasa gugup. Setelah masuk ke dalam sebuah ruangan, hal pertama yang harus gue lakukan adalah menandatangani absensi. Disitu tertera 7 nama. Berarti yang lolos dari psikotes 2 ke interview 1 hanya 7 orang.

Interview pun dimulai. Gue hanya berdua dalam ruangan itu bersama pewawancara. Beberapa pertanyaan yang ditanyain ke gue pas interview 1 adalah :
  • Nama dan asal sekolah
  • Alasan masuk SMK Akuntansi
  • Pelajaran yang disukai dan tidak disukai beserta alasannya
  • Tahu PPA BCA darimana
  • Jumlah teman dekat yang dimiliki
  • Kekurangan dalam diri dan apa yang ingin ditingkatkan
  • Jika ada teman yang susah belajar, apakah kita akan memberi bantuan
  •  Rangking di kelas
  •  Pernah mengalami stress atau tidak dan apa akibatnya
  • Kegiatan di sekolah dan organisasi yang diikuti
  • Keseharian setelah pulang sekolah
  • Lebih deket dengan ayah atau ibu

Intinya sih pertanyaannya seputar kebiasaan kita sehari-hari aja. Kuncinya adalah rileks dan usahain jawab dengan jujur pertanyaan-pertanyaan itu. Lalu, persiapkan penampilan serapi mungkin, kendalikan bahasa tubuh supaya tidak menggambarkan perilaku yang tidak baik, duduk yang tegak tapi tetap keliatan rileks. Jangan lupa senyum dan taruhlah tangan di atas meja. Kalau bisa, perlihatkan kekurangan yang kita miliki agar terlihat sebagai kelebihan kita.

Gue di interview selama kurang lebih 25 menit. Cukup lama, tapi setelah keluar dari ruangan itu gue lega minta ampun. Dan, gue disuruh menunggu kabar apakah gue lolos ke tahap selanjutnya atau tidak melalui telepon.

Singkat cerita, 1 minggu kemudian …

Telepon gue berdering dan tertulis BCA disitu. Yap, jadi gue udah nyimpen nomor BCA di hape gue. Gue angkat dengan hati penuh waswas. Dan gue sangat bersyukur karena gue diundang untuk interview 2. Yuhuuu.. Ga nyangka gue akan melangkah sejauh ini. Interview 2 dilaksanakan di Wisma Asia 1, tempat yang sama saat interview 1, hari Rabu 18 November 2015 jam 09.30. Apa sih bedanya interview 1 dan 2 ? Jadi bedanya itu, kalau interview 2 di wawancara oleh atasan. Jadi untuk lebih meyakinkan lagi apakah kita layak diterima di PPA BCA atau tidak. Pemantapan gitu lah.

Hari interview 2 pun tiba. Jeng.. Jeng …

Gue bertemu dengan teman-teman yang sama pas interview 1, dan kali ini gue kenalan dengan mereka semua. Ternyata yang lolos ke interview 2 hanya 5 orang. 1 diantaranya adalah temen SMP gue. Dunia terkadang sempit haha.. Lalu kami ngobrol-ngobrol sambil menunggu panggilan menegangkan utk interview. Temen gue bilang kalau dia disuruh ceritain diri dia dari kecil hingga sekarang. Dia udah interview duluan sebelum giliran gue, jadi gue nanya-nanya dulu sama dia hehe..

 Tiba saatnya gue diinterview. Di interview 2 ini, gue ditanyain tentang masalah terberat yang pernah gue alami dan cara mengatasinya, kesibukan yang sedang gue lakukan saat ini, dan beberapa pertanyaan yang udah pernah ditanyain pas interview 1. Gue ngerasa interview kali ini berjalan lebih cepat. Dan setelah selesai, gue pun keluar ruangan menemui temen-temen gue. Gue sedikit heran karena gue ga disuruh ceritain tentang diri gue pas interview tadi, tapi ya gue bersyukur karena gue juga bingung kalo disuruh ceritain haha :D


Ok, part 2 selesai.. Lanjut ke part 3. Ceritanya gue lagi nunggu telpon dari BCA tentang hasil interview 2 itu. Sampai jumpa !!

Minggu, 17 Januari 2016

PPA BCA Part 1

Darimana gue tahu program ini? Awalnya sih gue cari-cari di internet mengenai beasiswa untuk jurusan akuntansi. Dan ga sengaja ketemu sama PPA BCA. Trus gue coba cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai program ini dan gue tertarik. Orang tua gue juga sangat mendukung gue. Gue udah ngincer banget program ini sejak kelas 11.

Akhirnya setelah gue naik ke kelas 12, gue liat pendaftaran PPA udah dibuka. Tapi sekali lagi, gue harus menunggu dengan sabar sampai KTP gue keluar. Karena waktu itu gue daftar dengan nomor KTP, bukan nomor kartu pelajar. Tapi sebenernya bisa kok pake kartu pelajar.

Setelah gue resmi mempunyai KTP, gue langsung melakukan pendaftaran secara online. Di website yang tadi gue udah sebutin diatas, ada formulir untuk pendaftarannya. Kita tinggal isi aja dan ikutin petunjuknya satu per satu. Tapi pendaftaran gue terhenti di bagian proses upload nilai raport. Dikarenakan sekolah gue memakai kurikulum 2013 (kurtilas), bukan ktsp lagi. Jadi, nilai raportnya berbentuk huruf-huruf A, B atau C, bukan angka. Range nilainya juga dari 1-4. Jadi ga ada nilai 80 atau 90 di raport gue. Hal ini membuat gue bingung karena lembar excel yang disediakan diperuntukkan untuk model raport ktsp.

Akhirnya gue putuskan untuk sedikit bersikap sksd (sok kenal sok deket) dengan beberapa kakak kelas di ppa yang gue temuin via facebook atau twitter. Gue ngajak mereka ngobrol dan tanya-tanya mengenai ppa bca. Gue juga cerita mengenai kesulitan masalah nilai raport itu ke dia. Dan, gue merasa beruntung dan sangat berterima kasih karena kakak kenalan lewat twitter gue itu memberikan alamat email ke gue untuk nanyain masalah tadi.

Gue pun langsung kirim email dan menunggu balasan. Singkat cerita, akhirnya kesulitan gue menemukan jalan keluar. Form excel yang ada pada saat pendaftaran kini telah di update agar bisa diinput oleh raport kurtilas. Tak perlu menunggu waktu lama, gue langsung daftar aja. Dan proses pendaftaran awal pun selesai. Gue inget waktu itu tanggal 24 Agustus 2015 pas gue daftar online.

Dan sekarang adalah tiba saatnya untuk menunggu sms pengundangan tes psikotes 1 dari pihak BCA. Hampir tiap hari gue ngebuka web karir.bca.co.id untuk ngeliat apakah nama gue ada di bagian pengumuman untuk dipanggil mengikuti tes psikotes. 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, 1 bulan berlalu. Dan nama gue belum juga ada di website. Gue juga belum dapet sms dari BCA. Sedangkan ada temen gue yang baru daftar dan langsung dipanggil. Saat itu gue ngerasa pesimis dan miris. Gue ga percaya jika gue udah gagal di tahap pertama. Apa salah gue? Hati gue bertanya-tanya.

Akhirnya setelah melalui 1 bulan penuh harapan kosong, gue putuskan untuk mengirim email. Sehari kemudian email gue dibales dan gue disuruh nunggu sampe gue dipanggil. Oke, gue nunggu lagi sambil terus berdoa tiap hari agar gue diberi kesempatan untuk lolos ke tahap berikutnya. Ya mungkin kesabaran gue sedang diuji saat itu.

2 minggu … Gue masih belum dapet sms dari BCA dan gue masih bersabar.
3 minggu … Temen sekelas gue ada yang nyoba juga ikut program ini, namanya agas.

Seminggu setelah temen gue itu daftar, gue iseng-iseng ngebuka daftar nama yang dipanggil buat tes psikotes di Jakarta, dan gue ngerasa nyesek karena nama agas ada disitu, sedangkan gue engga. Disitu juga ada beberapa nama temen SMP gue, sekitar 8 orang lah. Bayangkan perasaan gue waktu itu! Temen gue yang daftar cuma untuk nyoba-nyoba, dipanggil dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Sedangkan gue? Yang udah niat dari kelas 11 dan daftar dari 2 bulan yang lalu, tapi belum mendapat kabar apapun.

Akhirnya gue putuskan untuk mengirim email kembali. Ya mungkin dia berpikiran gue orang yang bawel karena nanya mulu, tapi gue ga peduli karena ini untuk masa depan gue. Dan gue ga mau digantungin. Seandainya gue ga lolos, gue mau tau karena alasan apa.
Gue email begini ‘Maaf sebelumnya, saya sudah mendaftar dari 2 bulan yang lalu, tapi mengapa saya belum dipanggil hingga sekarang? Terimakasih’

Sore harinya gue lagi tidur-tiduran, gue dikagetkan oleh suara dering HP gue. Gue liat layar HP gue dan disitu tertera nomor tak dikenal. Gue angkat telepon itu tanpa menduga kalau itu dari BCA !!! Yap, begitu gue mendengar kalau dia dari BCA, gue seneng banget. Rasanya seperti pergi ke langit tujuh dan mendapat harta karun :D #lebay (dan gue ga bisa balik lagi ke bumi).

Si penelepon mengundang gue untuk ikut tes psikotes di Wisma Slipi. Huffttt.. Akhirnya penantian gue selama 2 bulan ini terjawab. Tak lupa juga, gue siarkan kabar bahagia ini ke seluruh penghuni rumah gue, papa, mama, koko, cicak, semut, dan lainnya hehe..

Setelah itu, gue sibuk mempersiapkan diri untuk tes psikotes itu. Hmm.. sebenernya gue rada bingung waktu itu mau belajar apa, karena bagi gue tes psikotes itu hanya membutuhkan ketenangan, kesiapan mental dan konsentrasi. Jadi, gue hanya menyiapkan kesehatan dan mental gue buat tes ini.



Hari yang ditunggu pun tiba, yaitu hari Sabtu, 24 Oktober 2015 jam 08.00. Dengan memakai pakaian formal, gue pergi menuju tempat tes yaitu Wisma Slipi bersama papa gue naik motor. Gue nyampe jam 7 pagi dan saat itu masih sepi. Mungkin saking takut telatnya, jadi gue kepagian. Tak apalah, masih banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Tak lama kemudian, temen gue Agas dateng.

Bagi gue, tes psikotes 1 itu seperti ajang reuni. Karena gue ketemu temen SMP gue ga kurang dari 10 orang ckckck..

Jam 8 tepat, tes dimulai. Gue liat di daftar nama absensi, ada 120 orang yang diundang PPA ini. Dengan bekal doa dan restu orang tua, gue memulai psikotes ini. Tes psikotes 1 ini hampir sama seperti tes psikotes biasanya, yaitu terdiri dari menghitung jumlah kubus bertumpuk, wacana sederhana seperti soal b.indo, melanjutkan pola barisan angka, gambar yang saling berhubungan, melanjutkan gambar, hitungan dasar, matematika sederhana seperti soal perbandingan, aritmetika sosial, bunga, dan PLDV. Menurut gue, yang dibutuhkan saat itu adalah ketenangan, konsentrasi, daya tahan, dan kecepatan.

Setelah 4 jam berkonsentrasi penuh, akhirnya tes tersebut selesai. Betapa lega hati gue. Di luar ruangan telah disediakan konsumsi makanan. Yeay, pas banget dengan keadaan perut gue yang keroncongan. Gue langsung melahap nasi kotak yang diberikan sambil menunggu pengumuman tes yang akan ditempel jam 12.30.

Setelah mengobrol dan jalan sana-sini, gue melirik waktu di hp gue yang menunjukkan pukul 12.20. Gue langsung melesat ke arah tempat pengumuman akan ditempel. Sesampai disana, gue melihat sudah banyak orang berkerumun di depan kertas, alhasil gue harus sabar menerobos sedikit demi sedikit orang-orang di depan gue. Tiba juga giliran gue untuk melihat isi kertas itu, dan betapa gembiranya gue saat melihat nama gue ada disitu. Dan agas juga lolos. Kita lolos berdua. Yess !! Gue liat sampai bawah, cuma ada 20 orang yang lolos. Dan gue termasuk di antara mereka. That’s it. Tapi gue ga boleh berbangga hati dulu, karena ini baru awal dari perjalanan panjang, dan masih ada hal yang harus diperjuangkan. Gue ga boleh terlena dengan keberhasilan kecil. Baru sepertiga langkah yang gue lewati.

Tes psikotes 2 dilaksanakan pada hari itu juga dan di ruangan yang sama. Jika tes yang pertama lebih menekankan kepada IQ kita, maka tes kali ini lebih ke kepribadian kita (EQ). Tes ini berupa melengkapi pernyataan tentang kepribadian atau keseharian kita gitu, wartegg test, gambar pohon, dan tes koran (pauli). Nih bagi yang belum tau tentang wartegg test, gue kasih contohnya.


Jadi kita diminta untuk melanjutkan gambar diatas sesuai dengan imajinasi kita. Tips dan trik menggambar pohon dan wartegg test dapat diliihat di internet, banyak kok. Ga perlu gambar yang bagus, karena gue sendiri ga bisa ngegambar dan cuma asal aja. Tapi dari gambar itu bisa menampakkan kepribadian kita.

Bagi yang belum tau tentang tes koran, nih juga gue kasih gambarnya.



Bagi gue, tes koran adalah tes yang paling menguras otak dan tenaga. Karena selama 1 jam full gue harus ngitung dan nulis secepat-cepatnya yang gue bisa. Dan itu bikin lelah banget. Tangan gue kayak udah mau putus abis ngerjain gituan, mata gue juga agak pusing setelah melihat deretan angka pada kertas sebesar koran itu. Tapi, itu adalah pengalaman bagi gue. Dan gue telah melalui semua itu. Tes psikotes 2 akan diumumkan melalui telepon. Jadilah mulai hari itu gue melakukan penantian lagi dan ngerasa digantungin haha.. Mau tau cerita penantian gue selanjutnya? Move to part 2, ok? Part 2 nya ada di sini .

NB : Kalau ada yang mau nanya tentang PPA BCA ke gue, silahkan saja komen di bawah.

Beasiswa PPA BCA

Mungkin sebagian besar dari kalian belum tahu mengenai program ini. Apa sih PPA BCA itu ? PPA BCA merupakan singkatan dari program pendidikan akuntansi yang diselenggarakan oleh Bank BCA. Nah disini, kita bisa belajar akuntansi secara gratis selama 2,5 tahun tanpa ikatan dinas. Ya program ini semacam kuliah gitu lah. Jadi, buat kalian yang sedang duduk di kelas 3 SMA/SMK/MA dan sederajatnya, kalian bisa coba daftar. Info lebih lanjut silahkan aja mampir ke http://www.campuspedia.id/blog/index.php/2016/06/29/beasiswa-ppa-dan-ppti-dari-bca/


Selain akuntansi, BCA juga menyediakan bagi kalian yang ingin kuliah IT. Nama programnya adalah PPTI. Disini gue ga terlalu ngebahas mengenai PPTI karena gue ngedaftar di PPA. Oh ya, setelah 2,5 tahun di PPA, kita bisa melanjutkan untuk meBndapatkan gelar S1 dengan mengambil skripsi di Universitas Trisakti. Jadi PPA kerjasama dengan Trisakti, PPTI kerjasama dengan Binus. Setelah lulus, kita akan ditawarkan kerja di BCA, kita boleh ambil ataupun tidak, karena tidak ada ikatan dinas.

Selama kita belajar di sana, kita akan mendapatkan uang saku tiap bulannya dengan jumlah yang lumayan besar. Selain itu, seluruh biaya sekolah kita selama semester 2 kelas 12 akan ditanggung oleh pihak BCA jika kita sudah dinyatakan diterima di program tersebut. Kita juga akan mendapat fasilitas seperti buku, kesehatan, dan lainnya untuk menunjang kegiatan belajar (FYI: lu bakal dapetin kalkulator untuk PPA, dan laptop untuk PPTI). Sungguh menggiurkan bukan? hehe.. Tapi, kita juga harus siap bersaing dengan ratusan pendaftar dengan melalui 6 tahap, yaitu seleksi administrasi, tes psikotes 1, tes psikotes 2, interview 1, interview 2, dan medical check up.

Setelah menjalani proses belajar disana, kita harus mempertahankan prestasi belajar kita dengan mendapatkan IP per cawu minimal 2,75. Per cawu? Yap, jadi di PPA ini kita ga mengenal istilah semester-an, tp cawu. 1 cawu ya sekitar 4 – 5 bulan lah.

Dan informasi tambahan buat kalian, mulai tahun ini (angkatan gue masuk nanti), PPA akan diadakan di Sentul City. Disana lagi dibangun gedung Training Center BCA yang super gede dan keren. Untuk fotonya, nanti gue kasih di part 3 aja ya :D

Waktu belajarnya full dari hari senin-sabtu. Senin-jumat di BCA dari jam 08.00-17.00 dan hari sabtu di trisakti dari jam 09.00-14.00. Padet banget kan tuh? Jadi harus siapin fisik, otak dan mental yang kuat ya guys.

Dan di postingan selanjutnya, gue akan sharing mengenai suka duka pengalaman gue daftar PPA BCA ini, beserta macem-macem tes yang dijalanin. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mencoba. Karena ceritanya sangattt panjang (sepanjang jalan kenangan), gue bakal bagi jadi 3 bagian, yaitu part 1, part 2, dan part 3. See you in part 1 :)

Jumat, 15 Januari 2016

Gue dan Akuntansi



Gue dan akuntansi itu udah bisa dibilang kayak gula dan teh manis, ga bisa dipisahin. Bukan karena gue cinta mati sama dunia debet kredit ini. Malahan gue seringkali stress karena perkara ga balance 0,01 perak !!! huhuhu :’(

Orang awam pasti tahu jika dasar akuntansi adalah harus balance. Apapun itu harus balance. Padahal prinsip akuntansi yang gue dapet selama 5 tahun ini adalah “BALANCE belum tentu benar, tapi GA BALANCE udah pasti salah.” Agak ngeselin sih, ya tapi itulah dunia yang udah gue geluti bertahun-tahun tanpa rasa jenuh.

Gue cukup ‘seneng’ karena udah pernah ngerasain gregetnya nyari balance. Pahit, manis, asin, asam dan segala macam rasa akuntansi #nanonano. Apalagi pas ujian, di kala waktu yang terbatas dan tekanan mental. Terkadang, mijit kalkulator aja sampe gemetar. Tapi itulah kenangan tersendiri dan sensasi dari akuntansi, yang ga lu dapetin di bidang lain.

Walaupun konsepnya sederhana, tapi prakteknya di perusahaan tidak sesederhana itu. Akuntan harus beresin bukti transaksi yang super duper banyak di perusahaan dan diolah sampe laporan keuangan. Pheww.. Melelahkan, tapi itulah yang mungkin akan gue jalani beberapa tahun lagi.

Awal gue mulai mengenal akuntansi sejak gue kelas 2 SMP. Sekolah gue membebaskan muridnya untuk memilih keterampilan yang ingin diikuti. Waktu itu ada 4 pilihan, yaitu tata boga, industri kecil, elektro dan akuntansi. Well, kelas 1 SMP gue nyoba ikut industri kecil. Tapi karena industri kecil ribet, harus bawa dan bikin ini itu, akhirnya kelas 2 SMP gue melarikan diri ke akuntansi.

Akuntansi yang hanya bermodalkan sebatang pulpen, penggaris, buku besar, dan kalkulator (oh ya, 1 lagi yang paling penting, yaitu otak) membuat gue berpikir it’s so simple. Setelah gue menjalaninya, ya ternyata akuntansi adalah hal yang cukup menantang dan menyenangkan karena merupakan ilmu hitungan. Yap, gue lebih suka hitungan daripada hapalan teori-teori.

Dan taraaaa.. sampe sekarang gue berstatus sebagai murid di SMK jurusan akuntansi. Dan gue udah ngambil beasiswa Program Pendidikan Akuntansi (PPA) BCA buat kuliah nanti, jadi dipastikan gue akan menggeluti bidang ini totalnya 9 TAHUN ckckck..


Tak apa lah, walau 9 tahun untuk bidang yang sama. Tapi gue bukan maniak atau fans beratnya ilmu ini kok. Just be happy and do it. Mungkin jodoh gue sama akuntansi. Who knows (?)

Kamis, 14 Januari 2016

The First Time

Salam kenal semuanya :)

Ya ini adalah blog pertama gue. Gue berharap bisa menjadi awal yang bagus dan nantinya blog ini bisa menginspirasi banyak orang

Kenapa baru mulai sekarang?

Banyak dari temen gue yang udah mulai ngeblog dari dulu, tapi gue baru mulai sekarang. Jujur, berkali-kali gue ingin bikin blog, tapi gue selalu takut dan ngerasa minder kalo blog gue ga ada yang baca. Karena, tulisan tanpa pembaca itu seperti soto tanpa kuah, kurang afdol. Tapi karena something, akhirnya gue berani untuk memposting blog pertama gue. Sedikit banyaknya gue terinspirasi dari seseorang yang bisa nerbitin buku karena ngeblog. Semoga ini bisa berlanjut terus ya dan gue bisa mengikuti jejaknya, amiinn..

Gue suka nulis sejak SMP. Gue juga gatau kenapa gue suka nulis, gue ga punya alasan untuk itu. Yang gue tahu, gue merasa senang kalau tulisan gue dapat dinikmati orang lain dan gue suka ngeluarin ide dalam bentuk tulisan. Melalui tulisan, gue bisa sharing pengalaman gue yang mungkin bermanfaat bagi para pembaca. Gue juga bisa berbagi cerita kalau gue lagi sendiri dan hanya ditemani laptop dan listrik di rumah hehe..

Mungkin tujuan gue bikin blog adalah untuk kepuasan diri gue sendiri dan sebagai penyalur hobi. Ya walaupun gue masih ngerasa ga percaya diri dengan tulisan gue, apalagi di publish gini. Tapi setidaknya gue sedang mulai mencoba. Gue berharap nantinya tulisan gue akan berkembang menjadi lebih baik seiring dengan blog ini.


Thankyou guys atas kunjungannya. Jangan lupa comment yaa, see you