Pages - Menu

▼

Senin, 29 Agustus 2016

There's No Free Lunch


Ungkapan sederhana namun mengandung sejuta makna ini sering mampir ke telinga gue akhir-akhir ini. Jangan kira artinya cuma sebatas pada makan gratis doang ya wkwk.. Emang sih kata 'free' itu paling diminati semua orang, termasuk gue sebagai manusia normal hehe.. I like free lunch, tapi seperti yang lu bisa baca dengan jelas tulisan di atas (judul postingan ini), yaitu there is no free lunch :(

Pertama kali gue denger kalimat itu saat baca blog orang. Trus akhir-akhir ini gue denger dari para dosen yang mengajar di kelas gue. Kenapa gue angkat topik ini di blog gue? Bukan karena gue lagi keabisan ide, bukan karena gue lagi laper dan ngodein free lunch sama kalian, tapi karena secara pribadi gue interest sama kalimat ini. Dan ada benernya juga kok jika kalimat ini dikupas sampe habis pake pisau. Intinya yang pasti bukan mengajarkan arti yang sesungguhnya, namun 'free lunch' hanyalah sebuah kiasan. Bukan maksudnya karena di tempat kuliah gue dapet makan siang gratis jadi kalimatnya kayak gitu ya haha.. Tapi emang bener sih tiap hari dikasih makanan lezat dan banyak wkwk.. Jadi makmur dan tambah endut deh :D

Makna utama yang ingin disampein melalui kalimat singkat, padat tapi ga jelas ini adalah bahwa sebenernya di dunia ini ga ada satupun yang sifatnya 'free'.. Pasti dibutuhkan pengorbanan sedikit-dikitnya untuk mendapatkan nya. Walau judulnya "gue ditraktir temen nih", ya tapi tetep aja itu ga bener-bener gratis. Pasti suatu saat lu harus ngebales atau bantuin dia. Sama juga halnya dengan tiap hal yang kita dapatkan di dunia ini, ga ada yang cuma-cuma, kecuali anugerah Tuhan dan berkat-Nya.

Sekecil apapun hal yang lu dapetin, pasti dibutuhkan sesuatu untuk mendapatkannya. Bahkan kadangkali lu harus berusaha keras untuk mendapatkan itu semua. Nih misalnya lu pengen dapet nilai bagus, maka lu harus belajar semaksimal mungkin. Atau saat lu pengen dapet makan gratis, maka lu harus deket-deketin temen lu wkwkw #janganditiru.

Kenikmatan yang lu rasakan saat ini, bisa jadi adalah buah dari apa yang pernah lu tanam di masa silam. Nah itu makanya gue bilang ga ada free lunch. Hal yang terlihat seperti takdir dalam hidup kita, sebenernya adalah muara dari perbuatan atau pilihan kita pada jaman dulunya. Jadi usahakanlah segala sesuatunya yang terbaik, agar kita ga cuma dapet free lunch, namun juga best and delicious lunch hehe.. Selamat beraktivitas readers...

Minggu, 28 Agustus 2016

Saatnya Keluar dari Safety Zone


Safety Zone atau yang dikenal sebagai zona nyaman. Saking nyamannya bikin orang males gerak dan males kemana-mana, bikin orang enggan untuk mengeksplorasi dan mengubek-ngubek seisi dunia yang sarat akan hal-hal misteriusnya hehe.. Hati-hati dengan kenyamanan yang kita miliki saat ini, karena terkadang menyimpan sesuatu yang menyesatkan. Seringnya kita tertipu dengan safety zone, hingga kita tetep stay cool dan ga mau melihat belahan dunia diluar kehidupan kita saat ini.

Ketika kita bahagia dengan safety zone yang kita miliki, maka kita ga akan punya kesempatan untuk merasakan dan mencoba hal-hal lainnya, yang memungkinkan kita untuk mendapatkan hal yang lebih 'wow' dari safety zone saat ini. Ya istilahnya hidup kita biasa-biasa aja lah kalo berada di jalur safety mulu. Ibaratnya kalo jalanan tuh lurus tanpa tikungan, datar tanpa naik turun lobang dan sebagainya. Sekali-kali kita harus keluar untuk mengenal dan merasakan 'the real of the world'. Yeahh..

Pertama-tama saat ingin melangkah keluar dari safety zone, pasti ada rasa takut yang mengintai diri kita. Duh takut ga bisa, duh takut ga enak, duh takut ga nyaman lagi. Nah ini adalah hal yang normal. Tapi harap jangan dimanjakan wkwk.. Ya biasanya kan kalo kita mau mendapatkan hal yang luar biasa, akan ada banyak godaan yang mengintil. Jadi kita harus memasang tameng sekuat baja, dan pedang bermata dua untuk melawan itu semua. Jangan justru mundur teratur sebelum nyoba. Biasanya sih takut ngambil resiko ya, jadinya ga mau keluar dari safety zone. Padahal sebenernya banyak hal yang bisa lu dapetin di luar zona itu hehe..

Bagaimana dengan gue? Gue sendiri harus mengakui jika gue termasuk orang yang takut mengambil resiko dan takut mencoba sesuatu yang baru. Gue lebih suka yang main aman aja lah, yang udah pasti dan jelas, ga penuh teka-teki kayak si doi hehe... Tapi, bukan berarti gue ga pernah keluar dari safety zone loh.. Mau denger cerita gue? Ga mau ya? Ya udah gapapa kalo ga mau dengerin, tapi dibaca ya hehe..

Gue sendiri bisa dibilang pernah mengalami dilema yang teramat sangat ketika harus melanjutkan pendidikan di SMK negeri. Ya ini adalah dunia baru bagi gue saat itu. Dimana biasanya gue sekolah di swasta, sekarang harus nyobain sekolah di negeri karena keterbatasan ekonomi. Apa rasanya? Hmm campur aduk dah.. Yang jelas gue merasa takut. Takut kenapa? Itu kan lingkungan pergaulan yang baru bagi gue, jadi gimana gue ga takut pas pertamanya coba ckck.. Tapi ternyata setelah gue memasuki hari pertama, gue merasa bersyukur dan ketakutan gue ilang seketika. Apa yang gue khawatirkan ga terbukti nyata. Dan malah, gue bisa mendapatkan beberapa pencapaian kebanggaan selama di SMK. At least, gue ga pernah nyesel udah keluar dari zona nyaman, malah gue bisa menjadi seseorang dengan nilai yang lebih di tempat gue yang baru :D

Dan coba bayangin, apa yang akan terjadi kalo misalnya gue tetep ngelanjutin di safety zone, yaitu di SMA tempat kakak gue sekolah? Mungkin gue ga akan bisa berkembang dan mendapatkan seperti yang sekarang ini telah gue dapetin. Dan mungkin juga gue ga masuk PPA BCA kayak saat ini hehe..

Ya itu sih hanya segelintir permasalahan kecil yang pernah terjadi di kehidupan gue. Tapi dari hal yang kecil itu, kita bisa belajar untuk menghadapi hal yang besar. Safety zone bukanlah hal yang sepele ataupun ga berpengaruh dalam hidup kita, namun sebaliknya, dia bisa mengubah takdir dan masa depan hidup kita. Takdir itu terbentuk dari pilihan kita sendiri, sehingga sebenernya manusia itu sendiri yang menciptakan takdirnya sendiri. Walau ga gue pungkiri bahwa Tuhan juga mengambil andil dalam membentuk takdir hidup kita. Tapi itu juga kembali lagi tergantung dengan pilihan yang kita ambil, dan cara kita menjalani hidup ini. Apakah kita lebih memilih untuk nangkring di safety zone, atau keluar dan mencari pengalaman yang baru dengan segala macam resiko yang ga diketahui namun harus dihadapi. Seperti sekarang ini, gue sedang mencoba keluar dari safety zone gue, yaitu tinggal jauh dari kedua orang tua dan merantau untuk kuliah. Semoga aja gue bisa mendapatkan dan memberikan hasil yang terbaik ya hehe... Amin.

Buat temen-temen yang misalnya lagi galau dan bingung milih jurusan kuliah atau apapun itu, pesen gue cuma satu : jangan pernah berkata 'takut' bila belom mencoba. Jangan nanya ke orang lain 'susah ga?' karena jawabannya pasti relatif. Jika orang lain bisa ngejalaninnya, maka kita pun juga pasti bisa melewatinya. Yeay.. Semangat ya.. Pokoknya kalo sedang dihadapkan dengan suatu pilihan, pikirin dulu aja baik buruknya, resiko dan manfaatnya. Tiap pilihan sih pasti ada positif dan negatifnya, jadi ga usah nyesel atau merasa salah ambil jalan ketika keluar dari safety zone. Ubahlah penyesalan itu menjadi sesuatu yang luar biasa. Seperti mengubah sebuah kegagalan menjadi kemenangan :) cause every person can do it.

Gue punya sebuah analogi atau logika dasar dalam berpikir. Kalo kalian ga mencoba sesuatu hal yang baru, bagaimana bisa kalian ingin mendapatkan hal baru yang spektakuler? Bener ga? Kalo lu hanya melakukan itu-itu aja, ya lu bakal dapetin yang itu-itu juga. Trying something new, to get the new one. Ya prinsip sederhananya sih gitu aja. Kita ga akan tau kalo belum nyoba. So, let's give a try.

Kamis, 25 Agustus 2016

Hal-Hal yang Akan Dialami oleh Anak Kos


Ntah kenapa, gue yakin sebagian besar dari readers yang udah berhasil sampe ke postingan ini dengan selamat, adalah para calon anak kos atau para senasib sepenanggungan yang tengah menyandang status sebagai anak kos saat ini. Benar kan? Kalau alasan kalian yang mampir ke sini bukan karena 2 hal itu, berarti kalian ngefans ya sama blog gue hihi...

Maaf jika gue udah mulai lama mengeluarkan postingan maut gue yang cetar banget hehe.. Ya seperti yang kalian tau jika gue udah disibukkan dengan jadwal kuliah yang padat. Selain itu, kesibukan gue ditambah dengan berondongan pertanyaan dari para pendaftar PPA/PPTI BCA. Entah kenapa akhir-akhir ini lagi pada sibuk pendaftaran kayaknya. Jadinya banyak banget yang nanya. Bahkan semua chat di line gue isinya pertanyaan seputar beasiswa itu ckck.. Tapi gapapa kok, gue tetep berusaha jawab, walau kadang low respon karena gue kuliah sampe sore, dan ga mungkin gue mantengin hape kan wkwk.. Jadi harap maklum. Bukannya gue ga mau jawab pertanyaan kalian, atau jawabnya singkat-singkat, tapi kadang gue pusing juga hehe.. Tapi setidaknya gue berbahagia karena udah seminggu ini pageviewer blog gue mencapai 1.200 seharinya.. Wow banget kan. Biasanya 300 pageviewer aja susah banget ckckck.. Itu semua berkat postingan gue tentang PPA/PPTI BCA hehe..

Ok, lanjut ke topik kali ini. Gue sebagai pendatang baru di perkumpulan anak kos, mengalami beberapa hal yang gue rasain beda jauh antara hidup dengan orangtua dengan hidup sendiri. Kadang, bedanya sampe jleb gitu hehe.. Tapi selebihnya, gue merasa bahagia dan lebih bebas. Walau apa-apa jadi harus nyelesaiin sendiri. Trus kita juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan kepada orangtua kita bahwa kita baik-baik aja, masih waras di ranah rantauan wkwk.. Itu salah satu hal yang menurut gue paling melelahkan, yaitu mendapat kepercayaan dari orangtua dan menenangkan hati mereka. Apalagi untuk orangtua yang sifatnya protektif banget (contohnya kayak orangtua gue), behh tiap hari ditelponin 3 kali dan ditanyain secara detail ckckc.. Ya tapi itu berarti mereka sayang banget sama gue kan. Eittt tapi buat temen-temen yang ga tiap hari ditelpon sama orangtua nya, jangan sedih. Bukan berarti mereka ga sayang loh. Tiap orangtua punya cara yang berbeda dalam menunjukkan kasih sayangnya #asikk.

Setiap anak kos, pasti punya keluh kesahnya masing-masing. Apalagi yang masih ijo dan pemula macem gue ini hehe.. Tapi jangan salah, gue ga pernah ngeluh loh hehe.. Walau masih proses adaptasi, ya gue have fun aja ngejalaninnya. Apa-apa sendiri, macem jomblo gitu (udah biasaaa). Hidup di tanah orang itu bukan sesuatu yang menyeramkan, jadi jangan takut ya wkwk.. Ga seburuk yang kalian bayangkan pada awal sebelum ngekos kok. Malahan lu bisa lebih bebas, tapi inget ya readers, pergunakan kebebasan itu dengan bertanggungjawab. Tetep harus memperhatikan kewajiban yang harus lu lakuin. Itu baru yang namanya dewasa :D

Langsung aja nih... Hal-hal yang baru lu sadari dan akan lu alami ketika menjadi anak kos (termasuk gue):

1. Bukan citarasa atau gizi, tapi yang penting kenyang
Coba bandingin dengan saat lu makan di rumah. Bisa dibilang lauk pauk lengkap, sayur terpenuhi, buahnya juga oke. Mendekati 4 sehat 5 sempurna lah. Dan liat apa yang ada di piring lu sekarang (buat kalian yang lagi makan pas baca blog ini), yang ada palingan hanya sejenis lauk. Asal kenyang aja. Enak ga enak tetep dimakan. Katakan bodo amat pada gizi ckck.. Apalagi jika krisis sedang melanda, yang dimakan cuma mie instant hehe.. Apapun itu boleh aja, yang penting makanannya menyehatkan. Jangan kayak gue dan temen gue yang pernah makan nasi sama kripik kentang Qtela gitu karena ga ada lauk -_- jangan ditiru ya, itu lagi kepepet dan cuma sekali doang wkawka...

2. Memperhitungkan segalanya dengan cermat
Semenjak jadi anak kos, gaya hidup yang biasanya boros, mendadak jadi irit banget. Setiap pengeluaran diitung secara habis-habisan ckck... Yang biasanya suka beli ini dan itu, jadi mikir dua tiga kali buat belinya. 'Penting ga ya?'...'Butuh ga ya?'.. Sisi positifnya sih belajar hemat dan nabung buat masa depan, ya tapi jangan terlalu nyiksa diri juga. Dan jangan sampe kebablasan jadi orang pelit atau kikir hehe.. Harus liat kondisi dan situasinya juga kalo mau irit hehe..

3. Hidup itu perjuangan (senin-jumat belajar, sabtu-minggu beresin rumah)
Senin sampe jumat belajar di kampus dari pagi sampe sore, belum lagi ngerjain tugas atau belajar di rumah ckckc.. Itupun juga harus ngurusin rumah dan mikirin makan. Jika dulu pas tinggal sama orangtua, pulang sekolah bisa istirahat, namun sekarang masih harus ngurusin ini itu huhu.. Sabtu minggu pun bukanlah menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat, karena banyak tuntutan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Pekerjaan rumah yang dimaksud bukanlah tugas, tapi nyuci, nyapu, ngepel, dan sederet pekerjaan lainnya. Tapi sebaiknya ga dianggep sebagai beban hehe.. Anggep aja latihan supaya kita bisa mandiri dan ke depannya menjadi pribadi yang bisa membagi waktu dengan sebaik mungkin. Kebijaksanaan dalam menggunakan waktu menjadi hal yang utama dalam hal ini. Dan jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan kita. Jangan sampe kecapean dan tepar wkwk.. Semangat !!! Jika waktunya nanti tiba, perjuangan hari ini akan berbuah manis :)

4. Apa-apa dihadapi sendiri, ga bisa manggil 'ma' atau 'pa'
Jika berjumpa dengan masalah, kita harus menyelesaikannya sendiri. Ga bisa langsung minta orangtua untuk nyelesaiin kayak dulu-dulu hehe.. Kadang kita ga bisa kebanyakan ngeluh atau ceritain semua permasalahan sepele ke orangtua kita, karena takutnya malahan bikin mereka panik dan takut kita kenapa-napa. Jadi, kalo bukan hal yang penting banget, lebih baik coba dulu selesaiin sendiri.

5. Jauh dari orang tua
Buat yang biasanya deket banget sama orangtua, lalu sekarang harus ga ketemu dalam waktu yang lama. Awalnya mungkin terasa ada yang kosong dan sepi. Ada yang sampe ga bisa tidur. Trus ada juga yang homesick. Ya itulah yang harus dijalanin. Karena suatu saat nanti, ga mungkin kan kita selalu tinggal bareng orangtua kita. Jadi kita harus belajar untuk bisa berdikari dan ga bergantung pada orangtua.

6. Menghadapi temen yang nyebelin dalam 1 rumah
Ini diperuntukkan bagi kalian yang tinggal ngontrak atau kos bareng temen yang lain. Kalau kalian ketemu sama orang yang ga enak alias nyebelin, itu susah banget. Kadang mau negor ga enak, ga ditegor juga capek hati sendiri. Soalnya temen itu kan cocok-cocokan juga. Kadang ada yang gatau diri, ga mau kerjain urusan rumah dan maunya menang sendiri. Rasanya pengen dicekik haha.. Coba omongin baik-baik di antara kalian dan minta pengertian darinya. Tapi kalo sampe ga kuat, angkat kaki aja , jangan angkat tangan wkwkw.. Cari tempat kos lain.

7. Capek sendiri, ga bisa ngajak-ngajak yang lain
Semuanya serba dikerjain sendiri. Kalo stress pun dirasain sendiri. Ga mungkin kan ngajak-ngajak yang lain hehe.. Jangan ngeluh ya.. Awalnya mungkin terasa berat, namun lama-lama semua itu menjadi hal yang biasa. Let it flow aja hehe.. Tenang, jika orang lain bisa, kamu pun juga bisa menjalani hidup ini kok :D

8. Selain mikirin pelajaran, mikirin ortu dan rumah juga kalo lagi ada masalah
Buat yang gampang kepikiran kalo ada masalah di kampus, di rumah, dan lainnya, wah harus hati-hati nih. Jangan sampe ngebebanin dan ganggu konsentrasi kita dalam menjalani tujuan mulia menjadi anak kos hehe.. Usahain cari jalan keluar secepat mungkin dari tiap masalah yang ditemui. Jangan ditunda, karena bikin pusing kalo ga selesai-selesai. Semua akan baik-baik saja ^^

Bagaimanapun itu semua mengajarkan kita untuk menjadi anak yang bertanggungjawab, mandiri dan dewasa. Ambil sisi positifnya, dan ga perlu ngeluh, cukup dalam hati aja. Toh nantinya kita jadi terbiasa untuk bekerja keras dan manajemen waktu dengan baik.

Minggu, 21 Agustus 2016

My First Week in The New Family (PPA BCA 42)


Dalam rangka memuaskan hasrat para pembaca setia blog gue, maka gue akan update rekap kegiatan gue selama seminggu ini di PPA BCA. Jadi, banyak yang request ke gue untuk sharing pengalaman pas belajar di PPA BCA. Cepet banget ya, ga berasa udah seminggu gue makan bangku kuliah haha.. *Kayak rayap aja makanin bangku* Sebenernya belum mulai belajar sih, baru perkenalan dan masih hahahihi acaranya, sifatnya santai gitu. Belajarnya baru mulai senin besok. Behh... Jadi kali ini postingannya bersifat santai, jangan serius-serius nanti baper (bawa perasaan) :p

Fyi, disini ga ada yang namanya ospek. Tapi namanya Front Page.. Wihh apan tuh? Namanya keren ya? Hehe.. Itu adalah sebuah singkatan, yaitu First Orientation PPA Generation. Unik kan? Wkwkw.. Hari pertama cuma kenal-kenalan biasa antar temen, trus tandatangan kontrak, tata tertib, keliling-keliling fasilitas gedung, dan hal lainnya. Hari pertama temanya adalah putih hitam, karena kami diwajibkan pake baju formal kemeja putih polos untuk foto ID card. Jangan salah loh, hari pertama kami udah ada banyak foto wkwk.. Malahan kayak orang norak gitu gue, fotoin tiap sudut BCA Learning Institute (nama gedung tempat PPA/PPTI BCA). Nih kumpulan hasil jepretannya...

Pemandangan dari lantai 10 BCA Learning Institute
Pemandangan dari lantai 10 BCA Learning Institute
Ruang kelas
Tembusan dari BCA Learning Institute ke Hotel Aston
Discussion Room (tempat makan snack atau diskusi)
Lobby
Dalam gedung BCA Learning Institute
Loker
Tower A dan Tower B BCA Learning Insitute





Gaya 42

Gaya ayam (?)
Pokoknya selama seminggu pertama masuk masih seneng-seneng dan bebas deh. Palingan cuma ada softskill, motivasi, dan frontpage sama kakak kelas hehe.. Tapi pas hari terakhir kemarin, ada tes bahasa inggris kayak model TOEIC gitu. Tapi katanya itu ga buat apa-apa kok, cuma supaya guru kita tau seberapa besar kemampuan bahasa inggris kita. Don't worry be happy. Gue aja ngantuk ngerjainnya, bukan stress haha.. Soalnya kelasnya dingin banget, udah gitu kalo abis makan kan perut kenyang. Sangat mendukung untuk bobo cantik di kelas. Selain itu, kita juga milih perangkat kelas (ketua, wakil, sekretaris, bendahara). Gue sendiri terpilih jadi seksi kurikulum (ntah kenapa temen-temen pada milih gue ._.). Nah tiap angkatan punya wali kelas loh, jadi kayak di sekolah gitu wkwkw.. Trus pas tiap pagi sebelum jam 8 harus udah finger absent, dan pas sore setelah jam 5 harus finger absent lagi. Ga boleh lupa tuh, gawat kalo lupa, dianggapnya telat atau ga masuk lagi ckckc.. Oh ya, kami juga dikasih kunci loker, buku modul buat belajar di cawu 1 yang tebel-tebel sampe encok bawa pulangnya, trus tas, botol minum (tumbler), kamus bahasa inggris indonesia, dan kalkulator. Mayan lah dapet banyak. Buku-buku pelajarannya juga banyak banget dan hampir semuanya pake bahasa inggris. Semangat !! :)

Front Page bareng kakak angkatan 34, 35, dan 36

Buku untuk cawu 1 (dipinjemin dari BCA)
Lumayanlah dapet gratisan hehe... :D
Temen-temen gue banyak yang bilang kuliah di PPA BCA itu perbaikin gizi. Dan gue menyetujui hal ini saat hari pertama menginjakkan kaki disana. Why? Because there are many foods hehe... Masalah perut udah sangat terpenuhi pokoknya disini deh. Malahan bisa dibilang kalian bakal tambah gendut selama kuliah disini, bukannya tambah kerempeng karena stress haha.. Jadi, jam setengah 10 gue dapet snack pagi, jam setengah 12 dapet makan siang, dan jam setengah 3 dapet snack sore. Bayangin deh tuh 2 jam sekali makan hehe.. Kurang apa lagi coba. Snack nya itu biasanya berupa 2 jenis kue dan secangkir teh atau kopi hmmm... Kalo makan siangnya itu prasmanan sistemnya, jadi ambil masing-masing. Bisa dibilang makanannya memenuhi standar 4 sehat 5 sempurna, kurang susunya doang. Nice... Harus pinter-pinter kontrol berat badan tapi ya hehe.. Dan semoga aja sih makanannya disediakan untuk selamanya sampe gue lulus hehe.. Biar hemat duit makan, maklumlah anak kos, harus pinter-pinter menyisihkan buat nabung.

Contoh snack pagi/sore
makan siangggg.. yummy
Oh ya, tanggal 16 Agustus lalu, juga ada event untuk merayakan HUT RI. Yeayyy... Kayak lomba-lomba gitu, dan persembahan dari masing-masing kelas. Trus juga ada booth games yang bisa dikunjungi. Dan gue bisa puas-puasin hunting food pas disini. Karena disediain banyak jenis kue, dan makanan ringan, sampe es krim pun ada. Tapi kalo mau ngantri es krim ya rada panjang, maklum banyak peminatnya wkwk..






Gue sendiri awalnya mendapat amanah untuk mewakili kelas gue untuk ikut lomba catur. Padahal gue cuma ngerti langkah-langkahnya doang dan ga hobi hmm... Tapi gue ga jadi maen karena keterbatasan meja yang ada. Disediain 21 meja + papan caturnya yang pasti wkwkw.. Jadi, 1 orang grandmaster catur dari BCA, akan melawan kami semua ber-21 secara langsung. Wew.. Awalnya sih gue dapet meja, tapi gue kasih ke temen sekelas gue yang emang hobi dan bisa catur tapi belum dapet meja karna dia ke toilet dulu. Dan dia dapet powerbank berlogo BCA Learning Institute pada akhirnya karena menang 1 pion ckck..


Tiap pagi, gue dan temen sekontrakan gue jalan kaki ke BCA nya. Dimana jalanannya itu nanjak, jadi lumayan melelahkan,  berasa lagi hiking. Dan kami biasanya pake sandal jepit dulu supaya flat shoes atau sepatu heels kami awet sampe 2,5 tahun (Amin..) wkwk.. Belum lagi ditambah beban bawaan buku pelajaran yang berat, duh tambah berat deh jalannya. Perjuangan banget dah wkwk nganggepnya sih olahraga pagi. Biar ga cuma olahraga otak doang tiap harinya di kelas. Tapi lama-lama betis gede juga haha..

Fotonya diambil pas jalan pulang, jadi nurun gitu. Kalo pas pergi mah naik wkwk

Lu mau tau gue ngapain aja selama hari sabtu dan minggu? Gue udah kayak pengangguran aja di kontrakan, gatau mau ngapain. Kerjaannya cuma nungguin tukang dateng, mulai dari tukang PLN, tukang laundry, tukang genteng, sampe dengan teknisi wifi hehe.. Emang deh banyak banget masalahnya, padahal belum sampe 2 minggu gue ngontrak ckck... Trus gue juga suka jalan-jalan kemana aja yang gue suka. Kadang maksa temen buat nemenin gue jalan. Kalo dia ga mau, akan gue ancem wkwk #kejam. Gue ga nyangka juga kalo kami berhasil menempuh 4-5 km sekali jalan-jalan gitu, ke mountain view, Sentul Highlands Golf Club, keliling Venesia dan Pasadena, hingga ke taman bermain ._. Semua itu kami lakukan hanya demi memuaskan rasa penasaran kami. Ya untuk perjalanan selanjutnya rencananya mau menjelajahi Tampak Siring dan Bojongkoneng (kalo ada waktu luang lagi) hehe..







Trus pas malam minggu kemarin, ada yang ngajakin gue dan temen gue pergi. Cieee tumben banget ada yang ngajak hehe.. Biasanya kan jones (jomblo ngenes). Yang ngajakin adalah tetangga gue. Dia ngajak ke hotel Aston (gedungnya di sebelah BCA). Ada acara perkumpulan warga Sentul gitu lah. Walau gue baru seminggu menetap di Sentul, tapi tetangga gue dapet undangan lebih, jadi diajak deh ckckc.. Lumayan dapet makan gratis hihi.. Demi sesuap nasi, kami sampe antri panjang dan rela berdesak-desakan. Eh tapi kami kurang beruntung, karena pas kami dateng, kondisinya rame banget. Antri mau ambil makanan aja panjanggg banget, trus pas nyampe ke prasmanan nya, piringnya abis. Pas dapet piring, giliran nasi+sayur dan lainnya semua ludes. Hiks sedih banget. Buah-buahan, salad juga abis. Dapetnya cuma kue. Itupun berebutan ngambilnya -_- gileee emang. Untungnya pas akhir-akhir ada tambahan nasi dan sayur yang dateng, tapi kami cuma dapet secuil nasi goreng dan beberapa potong ayam hmm... Setidaknya udah pernah menginjakkan kaki di hotel Aston :D




Hanya ini yang gue dapatkan hiks..
Jika hari senin sampe jumat kami menjadi mahasiswi tulen, maka hari sabtu dan minggu kami berkamuflase menjadi sosok ibu rumah tangga yang mikirin cucian, jemuran baju, bersih-bersih rumah, dll... Jatah kerjaan di kontrakan yang pasti harus gue yang melakukannya adalah ganti bohlam lampu. Kenapa? Karena yang lain ga ada yang nyampe. Ya walau gue juga harus jinjit pas naik kursi bakso, setidaknya itu menjadi kelebihan yang harus disyukuri. Kadang pusing juga mikirin makan pake lauk apa, karena kami jarang masak lauk, seringnya masak nasi doang. Dan di daerah sekitar kontrakan gue jarang banget yang jual makanan. Makanya suka pusing nyarinya. Kalo readers berbaik hati ingin mengirimkan makanan ke kontrakan gue, akan ditampung seikhlas-ikhlasnya wkwkw..

Sebenernya sih pas sabtu minggu bisa aja gue balik ke kandang (upsss maksudnya rumah asli gue) dengan naik shuttle bus yang telah disediakan dari BCA. Tapi berhubung 2 minggu ini gue disibukkan dengan permasalahan yang terjadi di kontrakan, makanya gue ga bisa pulang dulu. Rencananya sih minggu depan, doakan ga ada masalah lagi ya readers. Jadi, buat kalian pada yang tinggalnya masih sekitar Jakarta, Tangerang, Bekasi, kalian bisa pulang tiap minggu nya dengan naik shuttle bus secara gratis hehe.. Pas jumat sore pulang, trus baliknya senin pagi naik shuttle juga.

Numpang promosi : untuk update kegiatan selama di PPA BCA, kalian bisa follow IG kelas gue di @ppabca42 hihi...

Kamis, 18 Agustus 2016

My Lovely 18th Birthday


Gue sendiri ga nyangka kalo saat ini gue udah menginjak usia 18 tahun. Wow.. Cepet banget ya.. Ga berasa loh udah menjelang tua hehe.. Kapan gue ulang tahun? Ada yang kepo? Hari ulang tahun gue spesial pake telor bebek, karena bertepatan dengan peringatan hari pramuka. Tapi bukan berarti gue anak pramuka sejati ya... Dasadharma pramuka aja udah lupa loh #jujur.

14 Agustus tahun ini jatohnya hari minggu, jadi gue cuma stay di kontrakan aja seharian. Ga berasa ulang tahun malahan hehe.. Gue ga nyangka kalo dia akan menjadi orang pertama yang ngucapin gue. Hmm.. Bukan di jam 00.00 sih, tapi jam 5 pagi disaat belum ada yang ngucapin hehe.. Siapakah dia? Dia adalah seseorang yang udah gue anggep seperti kakak sendiri (gue pernah ceritain waktu itu).

Untuk tahun ini sih yang ngucapin kayaknya lebih sedikit wkwk.. Tapi gapapa kok, aku mah apa atuh #kodekeras. Bukan artis, bukan orang penting, bukan anak pejabat, bukan orang kece hehe.. Tapi gue cukup bahagia karena temen-temen baru gue pada ngucapin.. Gatau juga tuh pada tau darimana. Padahal baru masuk 1 hari di kelas gitu. Mungkin mereka stalking gue? #ngarep.

Dari pagi sampe sore, gue bingung mau ngapain. Ga ada kerjaan gitulah. Mau pergi ngapel, tapi ga ada yang bisa diapelin #sedih. Akhirnya cuma beres-beres rumah, makan, tidur, hmm.. Jalan-jalan ga jelas juga sih hehe.. Oh ya, untuk pertama kalinya pada hari itu gue nyikat WC hehe... Ga penting banget ya buat diceritain ckckc.. Oh ya, selain itu, salah satu temen kontrakan gue yang lagi balik ke rumahnya di Bekasi, sampe malem ga ngucapin ultah ke gue. Gue kira dia gatau kali ya. Eh ternyata pas jam 00.00 menuju tanggal 15 Agustus, dia ngeline gue ngucapin sambil bilang "mau jadi yang terakhir ngucapinnya" -_- temen gue yang satu ini emang suka ga jelas wkwk

Lalu pas malem harinya, di kontrakan cuma ada gue bertiga, dan saat itu lagi turun hujan deras banget dalam waktu yang sangat lama. Dan dapur gue pun rembes air. Ga hanya itu, ternyata kamar gue pun ikutan bocor zzzzz... Airnya kena kasur temen gue lagi. Jadilah kami pindahan kamar kemarin itu, tidur di ruang tengah huh. Parah gila emang tuh. Malam ulang tahun gue ngurusin bocoran deh.

Gue kira ulang tahun gue berlangsung biasa aja dan flat seperti biasa, eh ternyata pas besoknya gue ga nyangka dapet kejutan dari temen-temen baru sekelas PPA 42 (Fortresser). Wow.. Gue kira kan ga mungkin mereka ngasih kejutan, karna baru aja sehari ketemu. Ga nyangka banget dan kaget. Gue ceritain nih ya kisah lengkap proses pengejutannya hehe...

Saat itu lagi makan siang sama kedua temen gue. Makan siangnya di lantai G (paling bawah), sedangkan kelas gue di lantai 10. Pas selesai makan, gue ga langsung ke kelas, tapi ke kelas kakak angkatan dulu buat minjem kamus inggris akuntansi. 5 menit sebelum bel masuk, gue baru balik ke kelas, trus gue liat dari luar kelas gue gelap banget dan sepi (ga ada orang)... Gue ragu-ragu mau masuknya. Eh pas gue masuk, ternyata temen-temen udah pada kasih surprise. Mereka pada ngumpet di bawah kolong meja kelas dan tiba-tiba muncul nyanyiin lagu Happy BIrthday sambil bawa kue dan lilin. Kue nya sendiri donat Holland Bakery gitu. Lilinnya itu yang ga bisa mati kalo ditiup, bikin sesak napas niupinnya wkwk.. Dan saat itu kita sempet panik karena asap dari lilin nya banyak banget, sehingga takut detektor asapnya atau alat penyemprot air nya itu nyala. Kan ga lucu kalo kesirem hehe... Trus ada yang ngerekam dan fotoin buat diupload di IG hehe.. Thanks guys udah membuat ulang tahun gue jadi berwarna :D Semoga kita bisa ber-37 terus sampe lulus, Amin.





Sabtu, 13 Agustus 2016

4 Liter Air


Ga sengaja gue keinget teka-teki yang ada di buku matematika SMP gue. Sekalian aja deh gue share ke kalian. Siapa tau ada yang belum pernah nemu soal ini sehingga bisa coba jawab hehe..

Pada suatu malam di suatu bui a.k.a penjara, terdapat seorang penjaga dan seorang napi. Si penjaga menyuruh si napi untuk ngambil air sebanyak 4 liter. Sedangkan, si penjaga cuma ngasih ke si napi 2 buah gelas, yaitu gelas ukuran 5 liter dan gelas ukuran 3 liter. Gimana cara si napi ngedapetin air 4 liter hanya dengan menggunakan kedua gelas itu? Dan yang harus diperhatikan adalah di gelas itu ga ada garis ukuran apapun, dan ga boleh menggunakan bantuan alat ukur lainnya.

Nah loh.. Gimana tuh? Ada yang tau jawabannya? Atau bingung? Yang bingung, nih gue kasih tau jawabannya... Tapi dicoba pikirin dulu ya ..

Jawabannya:
Pertama, isi full gelas ukuran 5 liter. Lalu, tuang ke gelas 3 liter sehingga air di gelas 5 liter itu bersisa 2 liter. Buang air di gelas 3 liter, tuang sisa 2 liter ke gelas 3 liter. Isi full lagi gelas 5 liter. Dan terakhir, tuang ke gelas 3 liter. Jadi deh gelas 5 liter berisi air 4 liter (1 liternya udah dituang ke gelas 3 liter). Sederhana bukan?

Hari yang Super Greget...


Halo readers.. Maaf nih baru update lagi. Bukan karena gue sibuk sama kuliah gue, karena sebetulnya baru perkenalan dan belum belajar sama sekali. Tapi karena sinyal disini susah. Buat internet tuh berat banget kayaknya. Lemotttt... Bikin capek hati kalo mau ngeblog. Padahal ada banyak cerita yang mau gue bagikan ke kalian hiks... Gue kan juga udah kangen sama kalian #uekkk

Kali ini gue ingin menceritakan kejadian yang masih hangat dan besifat kontroversial. Cailahhh... Mau tau? Kejadiannya baru kemarin tanggal 10 Agustus 2016 dan itu adalah hari kedua gue di Sentul. Dimana gue sebagai pelaku utamanya, dan ada juga temen sekontrakan yang ikut serta ckck.. Pokoknya greget banget (y) dan menjadi pengalaman yang ga bakal gue lupain seumur hidup gue hehe...

Kisah ini bermula dari penantian panjang seorang anak manusia yang kesepian karena ditinggal sendiri di kontrakannya. Siapa nama anak itu? Ya siapa lagi kalo bukan gue ._. Seperti yang kalian tau (kalo kalian baca postingan gue yang dulu-dulu), bahwa gue ngontrak di Sentul untuk sebuah tugas yang mulia (menjadi mahasiswi). Gue mengontrak sebuah rumah bersama dengan 3 orang temen gue (biar rame). Nah kan mulai kuliahnya beda-beda tuh jadwalnya. Dan gue dapet jatah masuk kuliah yang paling akhir. Jadi lah gue ditinggal sendiri di kontrakan, sedangkan kedua temen gue pada kuliah (temen gue yang satunya lagi baru dateng pas sorenya).

Setelah kedua temen gue udah pada berangkat kuliah, suasana kontrakan gue berubah menjadi senyap. Soalnya ga mungkin gue ngebuat keributan sendiri, gue bisa terkenal mendadak di Sentul sebagai orang gila wkwk.. Setelah mandi pagi biar seger dan wangi, trus nyuci baju ala-ala ibu rumah tangga gitu (tapi tanpa papan gilesan). Setelah nyuci, ya lu tau lah tuh baju diapain. Nah lalu gue bingung mau ngapain. Begini salah, begitu salah.. Bosen sekaliii.. Akhirnya gue memutuskan wara-wiri keliling komplek sambil nyari lauk mateng buat makan siang wkwk.. Dan gue hanya menemukan sebuah warung makan di komplek gue. Niceee.. Mau makan aja bakal ribet deh..

Sedih deh pas jalan sendiri, ngider-ngider komplek kayak orang ga ada kerjaan. Berasa jomblo gitu (emang jomblo beneran sih -_-). Di jalan, ketemu 2 kali sama tukang bubur ayam gerobakan yang keliling gitu, mungkin dia bingung ngeliat gue yang berjalan tanpa arah layaknya panah tanpa busur. Trus setelah merasa cukup lelah, gue pun pulang dengan tangan hampa :'(

Selanjutnya gue bingung mau ngapain lagi. Akhirnya, ga sengaja gue nemuin sebuah buku penyelamat gue dari waktu yang berjalan terasa lambat, walau cuma novel doang sih. Itupun bukan punya gue, tapi punya temen gue. Novelnya bergenre fantasi, sejujurnya gue ga suka sih sama yang genre fantasi gitu, ya tapi daripada ga ngapa-ngapain mendingan baca aja.

Trus gue kan juga nunggu teknisi dateng buat pemasangan wifi. Dan itupun teknisi nya ngaret. Janjinya mau dateng jam 1, eh ternyata jam 3 -_- trus temen gue yang satu lagi katanya mau dateng jam 2. Eh ternyata jam 4. Jadi nunggu-nunggu ga jelas di kontrakan sendirian wkwkw...

Setelah pasang wifi, gue agak sedikit terhibur karena bisa main internet hehe.. Ga jadi pengangguran banget lah setidaknya. Oke, ceritanya gue skip ke bagian serunya langsung aja ya. Biar ga pada bosen duluan bacanya :D

Pas malem, sekitar jam 7-an, gue cuma berdua sama temen di kontrakan. Yang 2 orangnya lagi pergi. Trus temen gue lagi mandi, dan gue bingung mau ngapain. Akhirnya gue mutusin buat buka laptop (mumpung siangnya udah pasang wifi hihi). Pas gue mau nyolok laptop ke colokan cabang (yang panjang itu loh), tiba-tiba lampu di kamar gue jadi lebih terang gitu. Gue pikir mungkin perubahan voltase doang. Tapi tiba-tiba gue ngedenger bunyi mendesis gitu dari kabel colokan cabangnya. Gue kan takut konslet ya, jadi gue langsung cabut aja tuh colokan. Tapi ga ada percikan api sih... Pas gue cabut, tiba-tiba ada bunyi kenceng kayak sekring jatoh gitu. Anehnya adalah listrik dan lampu di dalam rumah tetep nyala. Trus beberapa menit kemudian, lampunya kedip-kedip terang gelap gitu. Dan beberapa saat kemudian listrik di rumah gue mati total.

Temen gue yang lagi di kamar mandi langsung teriak manggil gue. Trus gue juga panik ngeraba kantong (nyari hape maksudnya), tapi ga ada. Trus gue inget kalo letakkin tuh hp deket laptop. Gue juga ngambil senter dan lampu petromax gitu. Dan temen gue yang di kamar mandi itu takut gelap. Dia minta disinarin dulu, biar ada cahaya, dan dia langsung pake baju. Katanya pas mati lampu gitu, dia langsung panik dan tutup mata, padahal apa bedanya antara tutup mata dan buka mata, toh sama-sama gelap -_-

Disinilah perjuangan gue dan temen gue dimulai. Huffttt... Malam yang bener-bener panjang rasanya... Setelah itu, kami langsung ke depan rumah buat ngecek sekring. Sekringnya emang jatoh dan tombol merah yang nyala kedip-kedip dan bunyi gitu. Lalu kami naikin sekringnya lagi, berharap listriknya nyala lagi. Eh tapi ternyata ga nyala ._. Duhh di dalem rumah gelap gulita lagi. Listrik rumah tetangga pada hidup semua. Dan kami berdua ga ngerti masalah kelistrikan -_- Kami juga ngecek sekring di dalem rumah, dan ga turun sama sekali. Padahal seharusnya kalo konslet itu kan sekring yang dalem rumah turun juga. Eh ini cuma sekring depan..

Trus kami buru-buru ke rumah orang yang nawarin rumah kontrakan ini pada awalnya, dia tinggal di gang yang sama (ga terlalu jauh, tapi lumayan juga lah). Untungnya masih inget buat kunci pintu dll, maklumlah lagi panik. Setelah itu, mereka coba ngeliat sekringnya, tapi gatau juga masalahnya apan.. Kami malah disuruh nyoba isi token listriknya dulu. Takutnya mati listrik karna tokennya habis. Padahal setau gue kan kalo mau habis pasti token nya bunyi-bunyi, dan pas siangnya gue liat masih ada 39 kwh. Ga mungkin habis sebenernya.

Kami pergi beli token di ceriamart. Lumayan lah jalan kaki dari rumah, apalagi tiba-tiba diguyur hujan deras.. Jadilah kami jalan beriringan dibawah payung. Setelah beli token, kami pulang disertai hujan yang semakin deras. Hmm.. Walau pake payung, tetep berasa basah juga. Di jalan ketemu sama temen-temen PPA dan PPTI yang lain.. Duh malu banget, kayak apan tau keluyuran malem-malem ckckc... Sampe di rumah kami ngisi tokennya, dan hasilnya nihil. Tetep aja listriknya ga mau nyala.

Trus kami pun balik ke rumah orang yang nawarin kontrakan itu, dan ditawarin buat nginep disana. Ya walau ga enak, kami pun nerima tawarannya karna udah kepepet banget. Tiba-tiba kami inget kalo ujan deras, bagian dapur rumah kami suka ngerembes air gitu. Kami buru-buru pulang walau ujan lagi deres-deresnya, dan supaya ga licin, kami pun nyeker. Setelah mengamankan kompor dan rice cooker, kami pun pergi lagi ke rumah tempat kami nginep malam ini. Padahal udah ngontrak rumah ya, masih aja nginep di rumah orang lain. Udah gitu kami sempet bolak-balik ngambil handuk, baju, makanan, dan kebutuhan lainnya kayak orang pindahan aja -_- udah gitu diliatin sama temen yang lain lagi, yang rumahnya ada di seberang persis rumah tempat gue nginep itu. Ampun dah... Shock banget dah malem itu. Gregettttt

Sampe paginya, tuh listrik ga nyala-nyala. Gue pun berinisiatif untuk nelpon PLN, dan ga lama kemudian tukang listrik nya dateng dan bilang kalo MCB sekringnya harus diganti. Fyuhhh setelah diutak-atik, akhirnya nyala lagi listriknya. Tapi setelah kejadian itu, gue jadi parno sendiri kalo bersinggungan dengan masalah listrik, atau ngeliat lampu berkedip aja langsung takut mati dadakan lagi. Pengalaman yang paling berharga banget di hari kedua gue tinggal jauh dari orangtua. Dimana gue harus ngurusin dan selesaiin semuanya sendiri.

Gue kira masalahnya udah selesai, eh ternyata pas listrik udah nyala, modem wifi gue ga mau nyala.. Sedih banget loh.. Baru pasang kemarin siang udah ga bisa dipake lagi. Beberapa kali udah nelponin ke customer service wifinya, tapi sampe sekarang belum bisa juga huh... Lengkap sudah penderitaan..

Rabu, 10 Agustus 2016

Tips Menghadapi Rasa Malas untuk Menulis


Banyak yang dari kalian mungkin mengalami kayak gini. Gue sendiri sebagai manusia biasa (otw luar biasa) sering ngalamin dilema ini. Gimana rasanya seluruh raga gue ini males banget buat nulis blog, trus penyakit males gue meluas ke saraf, otak hingga ke hati gue. Jadi males buat nulis deh. Bener-bener males. Ide banyak, tapi keinginan buat nulisnya ga ada. Hmm... Yang gini nih yang bahaya. Jangan dianggap sepele nih readers. Kenapa? Karena sekali lu males buat nulis, sekali lu nunda buat nulis, maka lu bakal ngerasain males yang berkesinambungan. Istilah singkatnya ketagihan gitu lah. Bener kata pepatah 'sekali lu nunda, belum tentu nanti tuh kerjaan bakal diselesaiin'. Saat lu bilang 'besok aja ah nulisnya, lagi mager(males gerak)', maka lu telah terkalahkan oleh rasa malas. Apakah lu yakin besok ga males lagi? Hal yang lu ga mau lakuin sekarang, belum tentu akan lu lakuin nanti. Jadi, jangan biarkan rasa males mencekik dunia menulis lu. Sebetulnya ini sangat berbahaya, bisa mematikan produktivitas dan mungkin impian lu sebagai penulis. Sayang kan, kalau punya bakat tapi gagal berkembang karena virus yang satu ini. Perlu diketahui bila virus ini menular lebih cepat daripada flu, dan lebih berbahaya daripada virus manapun, karena virus males bisa mematikan kehidupan jiwa seseorang. Niat yang awalnya lurus pun bisa berbelok pindah jalur seketika. Kencangkan ikat kepala, dan kembalikan niat itu ke jalur yang bener. Niscaya tujuan kita akan tercapai wkwkw...

Misalnya nih, lu punya target buat nulis sehari satu artikel. Namun, karena lagi males, lu pun ga ngejalanin target yang udah lu buat tadi. Lu pikir 'gapapalah hari ini ga usah nulis dulu. Libur dulu sesaat untuk bersantai'. Perlu diketahui adalah jika kita udah pernah sekali melanggar aturan yang telah kita buat sendiri, biasanya kita akan terpacu untuk mengulangi hal yang sama. Ya ujung-ujungnya target dan tujuan yang kita inginkan ga akan kesampean. Jadi, lebih baik jangan coba-coba kayak gitu. Karena efeknya bisa berkepanjangan, apalagi yang ga kuat iman wkwk.. Pasti gampang tergoda dengan hal-hal lain, seperti nonton, main, makan, dan lainnya.

Oleh karena itu, kita harus sebisa mungkin melawan rasa males itu. Gimana caranya? Nih gue kasih cara-cara yang biasa gue lakuin untuk memangkas habis rasa males hingga ke akarnya.

Yang pertama adalah kita harus menyelidiki terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab kita merasakan males. Karena beda penyebab ya berarti beda solusinya juga dong. Bisa aja lu males nulis karena lagi jenuh. Nah kalo penyebabnya yang satu ini, lu musti cari pelarian sementara dulu dari dunia menulis. Sehobi-hobinya seseorang dalam dunia menulis, pasti ada suatu keadaan tertentu dimana orang itu merasakan jenuh. Maka, lakukan hal lain sejenak, setelah itu baru lanjutkan kembali kegiatan menulis.

Yang kedua, inget-inget motivasi atau impian yang ingin lu capai dengan menulis. Ya biasanya sih lu bakal semangat buat nulis lagi setelah menemukan kembali motivasi dalam diri kita. Ga mungkin kan seseorang ngelakuin suatu hal tanpa tujuan? Nah ingetin tujuan lu apa, supaya lu semangat untuk mencapainya :)

Setelah 2 cara di atas, masih ngerasa males juga buat nulis? Ckckck penyakit males nya udah akut nih.. Coba gue kasih cara yang ketiga nih.. Saat lu ngerasa males, coba deh paksain dikit untuk mulai nulis. Emanf sih segala sesuatu yang dipaksain itu ga enak, tapi kalo lu manjain mulu penyakit males lu, nanti malah jadi kecanduan dan melekat pada diri lu bagai parasit selamanya. Mau kayak gitu? Biasanya kita cuma males untuk memulainya doang kok. Pas udah mulai nulis, biasanya tuh tangan malahan ga berhenti-henti buat nulis karena ide terus bermunculan di kepala. Malesnya jadi ilang kan... Nulis terus sampe ga inget waktu makan, mandi, dan janji sama pacar! Gawat tuh kalo yang terakhir. Jangan sampe lu harus kehilangan doi ya hehe...

Masih males juga? Ke laut aja lah kau hehe... Bayangin deh.. Orang yang ga ada ide aja berusaha mati-matian nyari inspirasi buat nulis sampe gali sumur, mendaki gunung, menempuh 7 lautan 8 samudera #lebay. Masa lu yang udah punya ide disia-siain gitu aja karena males nulis. Aduhh mubazir banget tuh.. Mendingan ide cemerlangnya di transfer ke gue aja hehe..

Orang males itu ga ada obatnya, tapi kalo orang yang ga berbakat, bisa diasah untuk menjadi orang berbakat.

Selasa, 09 Agustus 2016

Sentul Punya Cerita #TheForthCityThatTookMyHeart


Hari ini adalah hari yang bersejarah buat gue. Bukan karena gue ultah, bukan karena gue menang undian lotre, bukan juga karena gue dikasih helikopter (kalo ada yang mau ngasih, gue terima dengan senang hati). Tapi karena gue harus meninggalkan kampung halaman, tempat gue biasa nongkrong mencari inspirasi ditemani kura-kura gue yang udah segede pemiliknya (?). Yang terakhir itu hoax ya... Kura-kura gue masih diambang normal kok ukurannya hehe..

Kemana gue akan pergi?
Jawaban pertama : tanyakan pada peta! #versiDora
Jawaban kedua : ke hatimuuuu #versitukanggombal
Jawaban ketiga : kemana-mana hatiku senang #versingeselin

Kalian mau tau banget ga gue kemana? Engga ya? Sedih deh :( si doi aja ga nanyain gue bakal pergi kemana. Upsss baru inget kalo doi nya belum ada -___-

Ok, balik ke topik awal. Maap ya kalo gue jadi menyimpang jalur gini. Jangan ditilang ya readers, ane khilaf. Ok, kali ini serius balik. No tipu tipu. Jadi, gue bakal pergi untuk menuntut ilmu dan gelar, yaitu di Sentul. Yess.. Tuntutlah ilmu sampai ke kota Sentul. Itu yang ada di kamus gue saat ini.

Coba kalian tengok lagi judul postingan kali ini. Ya, ini adalah kota ke-empat yang membuat gue jatuh cinta, dan emang HARUS jatuh cinta (walau terpaksa) karena gue akan hidup dari oksigen kota ini selama kurang lebih 2,5 tahun ke depan. Kenapa Sentul gue jadiin nomor ke-empat? Bukan karena gue ga setia, tapi ada tiga kota lain yang menyimpan banyak kenangan dalam hidup gue wkwkw, yaitu Jakarta (karna hampir seluruh waktu gue habiskan di kota kelahiran ini), Yogyakarta (karna banyak momen tsahhhh yang bikin mata berkaca-kaca kalo diinget lagi), dan Tokyo (kota idaman gue, dan jika diberi kesempatan lagi untuk kesana, gue pasti mau pake banget, apalagi kalo gratis).

Balik lagi ke Sentul... Di langkah pertama jejak kaki gue yang mengotori aspal, gue ingin keliling-keliling daerah sekitar rumah kontrakan dulu buat nyari tukang jualan makanan, dan pemasok kebutuhan sehari-hari lainnya. Ini adalah hal yang paling penting. Gue bertekad mengeksplorasi setiap sudut yang ada di deket rumah gue (bukan berarti gue mau mojok) untuk nyari pokemon , eh bukan deh, agar gue jadi beken/terkenal mendadak di Sentul dan mendapat anugerah piala sebagai pendatang terfavorit #ngarep. Gue hanya ingin mengenal dengan baik lingkungan tempat gue tinggal dalam waktu yang cukup lama. Sekalian cari pangkalan strategis untuk misi "rahasia".. Ehem ehem... Namanya juga rahasia, jadi ga gue kasih tau ya :p







Ini adalah daerah sekeliling rumah gue. Gue ngontrak di cluster gitu, dan banyak pohonnya. So pasti udaranya masih seger, bebas polusi, dan adem. Selain itu, nih cluster masih termasuk sepi (ramenya cuma sama anak yang kuliah di BCA doang). Jadi cocok buat kalian yang mencari kedamaian dan inspirasi. Tapi, jujur aja sih. Kalo tinggal disini nyari apa-apa susah saking masih sepinya. Nyari tukang fotocopy susah, laundry susah, warteg dan warung makanan lainnya susah, nasi padang apalagi hiks.. Mau masak pun susah karena pasarnya jauh banget. Yang ada hanyalah sebuah Ceriamart (saudaranya Indomart) yang ga jauh dari rumah gue. Kalaupun bawa kendaraan, isi bensinnya jauh, ga ada bengkel, mau nambal ban juga susah ckkck.. Sedih kadang...

Gue ngontrak sebuah rumah minimalis dengan 2 kamar tidur, bersama ke-tiga temen gue. Jadi, gue tinggal disitu berempat. Temen-temen gue cukup gokil dan gila (ga alim kayak gue), tapi over all sementara ini sih gue nyaman-nyaman aja ngobrol sama mereka. Doakan kami selalu akur ya, jadi anak baek-baek selama merantau di kota orang wkwk... Tapi satu hal yang sangat gue sesali dan sayangkan adalah rumah kontrakan gue itu atapnya pendek, jadi susah dapet sinyalnya untuk kartu tri. Sedangkan, 3 orang dari penghuni rumah itu adalah pengguna setia kartu tri -__- Sayang banget kalo tri nya dibuang, makanya gue beli buat cadangan kartu indosat, supaya bisa internetan. Nomor tri gue udah nyebar kemana-mana, yaitu ke temen, keluarga, kenalan, hingga mantan *berharap dihubungin lagi* wkwkw...

Yang jelas, hari ini perasaan gue campur aduk. Mulai hari ini gue harus hidup mandiri (mandi sendiri), karena hidup jauh dari orang tua. Gue harus beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan yang baru. Gue harus menjadi anak yang bertanggung jawab dan bisa mengatur waktu, termasuk mengatur keuangan sendiri agar uang saku mencukupi biaya hidup sehari-hari :') Gue harus jadi strong girl karena jam belajar yang full dari senin sampe hari sabtu, dari pagi sampe sore yaitu jam 8 sampe jam 5 sore. Mantapps kan... Semua itu harus gue jalanin selama 2,5 tahun. Demi menjemput masa depan yang cerah dan impian terpendam hehe :D Anggep aja sebagai salah satu tahap pendewasaan diri ya... Ambil sisi positifnya aja deh biar ga kerasa cape ngejalaninnya. Semua bisa kok kalo dijalanin, bisa karena terbiasa :)

Time flies so fast.. Ga ada pilihan untuk mundur. Waktu yang udah berlalu, ga bisa diputer ulang (kecuali lu copot batere jamnya dan lu puter-puter sendiri). Semuanya akan terus maju dan menuntut untuk dihadapi. Kalo kita ga siap untuk maju, maka kita akan terkalahkan oleh waktu. So, siapkan diri lu, dan gunakan tiap detik yang masih ada dengan sebaik-baiknya. Karena bisa jadi kita akan menemukan sebuah situasi dimana 1 detik itu menjadi sangat berharga, menjadi sangat menentukan masa depan kita, menjadi momen genting yang tak terlupakan. Dan perlu diinget readers, 1 detik itu ga akan kembali lagi dalam hidup lu. Detik selanjutnya yang akan lu lalui, ga akan sama dengan detik yang sebelumnya telah terlewati :) Save the time. Bukan air dan listrik doang yang harus dihemat supaya emak ga ngomel-ngomel, tapi waktu pun juga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Betul kan? :p

See you in Sentul.. Yang mau ketemu sama gue, yuk main-main ke sini hehe Jangan lupa bawa makanan ya ^^

Minggu, 07 Agustus 2016

Kilas Balik Sebelum ke Sentul


Kisah gue menginjakkan kaki di Sentul pastilah ga cuma sebatas 2,5 jam perjalanan naik motor. Dibaliknya ada sosok superhero, yaitu papa gue yang nganterin bolak-balik ke Sentul buat nyari kontrakan disana :') Ada proses panjang, yang rasanya seperti sebuah keberuntungan untuk bisa sampe ke Sentul. Dan pastinya bisa menjadi bagian dari PPA BCA 42, merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Tiap orang punya cerita masing-masing, lika-liku untuk menggapai kampus impian. Gue pun termasuk salah satunya yang punya cerita unik. Ga semudah membalikkan telapak kaki (karena telapak tangan udah mainstream) hingga gue bisa berdiri di tempat gue sekarang ini. Gue tau banyak yang menginginkan posisi gue sekarang ini, namun hanya beberapa yang bisa diterima disini, salah satunya gue, yang mendapat karunia keberuntungan yang lebih dibandingin yang lain. Ya, hanya keberuntungan lebih. Makanya kalo ada yang nanya ke gue 'cara dapetin PPA BCA gimana sih?', sebenernya gue mau ngasih jawaban satu kata aja, yaitu 'keberuntungan', Tapi biasanya gue tambahin dengan usaha, doa, dan restu orang tua. Soalnya, keberuntungan itu dateng dari ketiga hal tersebut.

Jika kalian bertanya ke gue 'apa kampus impian gue?', gue akan menjawab gatau. Gue akui sejak awal gue ga berambisi untuk sebuah universitas atau perguruan tinggi. Gue ga terlalu berminat untuk beberapa label seperti PTN atau sekolah ikatan dinas milik negara. Bukannya gue ga niat kuliah, tapi visi gue itu berbeda. Kenapa? Karena tujuan gue adalah gue nyari beasiswa kuliah jurusan akuntansi, bukan nama dari perguruan tingginya itu. Dari awal emang gue berusaha nyari beasiswa full, supaya gue ga perlu ngebebanin orangtua lagi untuk urusan biaya kuliah yang mahal. Well, gue cukup tau diri untuk itu. Makanya gue berpandangan kalo dimanapun tempat gue kuliah (terkenal ataupun engga) yang penting adalah gimana diri gue bisa berkarya disitu. Jadi, gue ga peduli dengan omongan orang 'kenapa ga masuk ke PTN? Sayang banget loh..'

Gue ga nyesel, malahan gue sangat bersyukur bisa dikasih kesempatan untuk dapetin kuliah gratis PPA BCA. Dan gue setuju dengan sebuah pernyataan 'ada harga mahal yang harus dibayar untuk sebuah hal yang besar'. Gue udah sering ngalamin hal ini, dan terbukti benar. Seperti saat proses yang gue tempuh untuk ngedapetin PPA BCA, cukup banyak pengorbanan dan perjuangan sampe titik dimana bikin gue hopeless a.k.a kalah sebelum berperang. Jika menengok kembali ke belakang, gue akan banyak bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan orang-orang yang membantu untuk mempermudah langkah gue menuju beasiswa kuliah.

Pertama, gue gatau cara ngisi raport kurikulum tiga belas, yang interval nilainya beda dengan yang biasa. Dan angkatan gue menjadi angkatan percobaan yang pake begituan. Hufttt... Hal ini bikin gue gundah gulana untuk daftar BCA. Untung ada malaikat yang memberikan gue kontak orang BCA sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar. Gue berhutang budi sama orang itu. Karena kalo ga ada dia, gue yakin gue dan temen-temen penganut kurikulum tiga belas ga bisa daftar dan bingung sendiri. Thanks banget...

Setelah berhasil daftar, ga cukup sampe disitu aja, gue diajarkan untuk mengenal arti ketabahan dan kesabaran. Dimana, gue nunggu sampe 2 bulan ga dipanggil-panggil. Sampe yang bikin hopeless dan down itu pas ada temen gue yang baru daftar tapi udah dipanggil setelah 3 hari. Sedangkan gue yang tiap hari nungguin, ga dipanggil-panggil :'( Akhirnya gue ngontak orang BCA nya lagi, dan disuruh nunggu. Hingga sekian lama ga dipanggil-panggil juga, gue hubungin lagi, baru deh dipanggil. Saat itu gue berpikir, kesempatan itu emang sangat berharga, dan belum tentu dateng 2 kali.

Lalu ada juga hal yang begitu gue inginkan, namun harus gue korbankan demi mengikuti rangkaian tes di BCA. Untung aja lolos sampe akhir, kalo ga lolos kan sedih banget jadinya. Dan ada juga satu beasiswa yang gue daftar buat coba-coba, yaitu beasiswa dari metrotvnews, namun harus gue korbankan juga demi BCA. Ya semuanya udah berbalas dengan buah yang manis sekarang. Mungkin inilah jalan terbaik yang diberikan buat gue :)

Tapi tenang aja kok guys, buat kalian yang mau daftar PPA BCA ga sesulit dan sesusah seperti yang gue alami. Jangan takut duluan ya setelah baca ini. Banyak yang prosesnya jauh lebih gampang kok. Ya mungkin karena gue diajarkan untuk menikmati prosesnya, agar gue bisa lebih mensyukuri apa yang gue dapetin sekarang ini. Tiap orang kan punya jalannya masing-masing untuk mencapai tujuannya. Jadi, kalian pun punya jalannya masing-masing hehe.. Selamat berjuang ^^ Proses ga akan mengkhianati hasil.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Tes Kepintaran dengan Gambar Ini


Perhatikan baik-baik gambar di atas! Jeng-Jeng-Jeng.. Konsentrasi.. Pada hitungan ke-3 Anda akan tertidur. 1... 2... 3...

Abaikan paragraf pembuka diatas wkwk... Tenang aja readers, jangan kabur dulu. Gambar itu bukan buat hipnotis kok. Gue cuma uji coba hipnotis orang tapi ga pernah berhasil hehe... Sebentar lagi gue akan ngajak kalian untuk sedikit menggunakan kepintaran dari otak readers untuk menganalisa apa yang terlihat dari gambar diatas. Nah tugas readers nantinya gampang kok. Cuma jawab beberapa pertanyaan yang gue kasih dibawah ini. Untuk itu, dibutuhkan kejelian, dan kelihaian dari pikiran lu dalam menyambungkan apa yang ada di gambar dengan jawaban dari pertanyaan itu. Dibutuhkan juga cemilan untuk memperlancar kinerja otak(?) Tapi kalo yang itu ga wajib ya hukumnya, teserah readers. Kalo ga ada cemilan, ya gigitin kuku aja juga boleh #pukpuk.

Langsung aja bagi readers yang udah ga sabar untuk berpikir.
1. Berapa orang yang tinggal di kemah tersebut?
2. Kapan mereka mulai berkemah? Hari ini atau beberapa hari yang lalu?
3. Apa yang mereka gunakan untuk bisa sampai ke tempat perkemahan?
4. Seberapa jauhkah pemukiman penduduk dari tempat perkemahan mereka? Apakah jauh, atau dekat?
5. Ada satu orang yang tidak terlihat, yaitu Alex. Kemanakah perginya?

Walau kalo diliat sekilas rada ga nyambung pertanyaannya sama gambarnya. Namun, sebenernya semua jawaban ada di dalam gambar itu. Mungkin pas pertama kali baca pertanyaannya, kalian akan bertanya di dalam hati 'darimana gue bisa tau jawabannya cuma liat dari gambar itu?' Ga usah mikir yang rumit-rumit dan jauh-jauh. Cukup perhatikan gambarnya baik-baik, dan gue yakin readers bisa jawab semuanya :D

Untuk sementara ini, jawabannya gue umpetin dulu. Nanti akan gue share kok, tenang aja hehe.. Jangan panik dan penasaran sampe nyari-nyari gue buat tau jawabannya wkwk, gue akan memberikannya sampe dengan waktu yang ga ditentukan *eh. Becanda kok hehe.. Gue akan memberikan secepatnya. Coba dijawab dulu ya...

*Beberapa hari kemudian*
Jawabannya:
1. Ada 4 orang yang berkemah disana. Bisa diliat dari jumlah piring dan sendok pada gambar, dan juga papan bertuliskan 'on duty'
2. Mereka udah dateng dari beberapa hari sebelumnya. Bisa diliat ada sarang laba-laba di sebelah tendanya
3. Mereka naik perahu/kapal. Keliatan dari adanya dayung yang tersandar di pohon
4. Ada. Terbukti dari adanya ayam di sana. So, pemukiman penduduk pasti ada di sekitar itu
5. Yang seorang sedang menangkap kupu-kupu, keliatan dari jaring yang berkibar di belakang semak

Jumat, 05 Agustus 2016

Manasin Otak dengan Teka-Teki Jembatan


Yang otaknya mampet karena udah lama ga dipake (kayak gue contohnya), bisa langsung ngelirik postingan kali ini. Sehabis liburan, otak harus dipanasin dulu supaya nanti pas dipake udah ga perlu pemanasan, langsung topcerrr.. Panasinnya pake apan? Ya tinggal pilih aja, boleh taro di atas kompor, boleh di api unggun, atau dimane aja deh teserah readers #janganditiru. Yang itu cuma becanda ya, jangan dilakuin beneran wkwk.. Ga sengaja gue nemu teka-teki yang lumayanlah buat manasin otak di youtube. Cukup pikirkan teka-teki ini, dan coba selesaikan tanpa melihat kunci jawabannya terlebih dahulu ya.. Langsung aja..

openculture.com

Ada 4 orang yang akan menyebrang sebuah jembatan di malam hari (salah satunya adalah lu). Nah kondisinya itu lu lagi dikejer-kejer sama zombie (bayangin aja begitu wkwk). Lu ber-empat cuma punya waktu 17 menit untuk bisa selamat dari si zombie itu. Tapi, jembatan itu cuma bisa dilewatin 2 orang doang, dan di antara kalian berempat cuma ada 1 lampu. Kalo nyebrang ya otomatis harus pake lampu lah, ga bisa kalo tanpa lampu. Jadi, setelah lu jalan berdua nyampe ke seberang, lu harus balik lagi buat jemput yang lainnya. Sedangkan, kecepatan jalan buat nyebrang dari lu ber-empat tuh beda-beda, yaitu :
1. Lu = nyebrang dalam waktu 1 menit
2. Ilmuwan = nyebrang dalam waktu 2 menit
3. Tukang bersih-bersih = nyebrang dalam waktu 5 menit.
4. Profesor tua = nyebrang dalam waktu 10 menit.

Aturannya adalah lu ga bisa ngegelantung di jembatan, ga bisa berenang di laut, ga bisa negosiasi sama zombie nya, dll. Pokoknya cuma satu jalan, yaitu lu harus nyebrang kalo mau selamat tanpa kurang suatu apapun. Hayooo gimana caranya? Mungkin keliatan simpel, tapi pas dicoba-coba bingung juga kan? hehe... Yuk monggo diutak-atik biar otak lu kepake buat mikir. Selamat mencoba :)

Cerita lebih lengkapnya bisa diliat di video ini, dan disitu juga ada kunci jawabannya hehe...

Rabu, 03 Agustus 2016

Sebuah Perjalanan dan Pencarian


Gue sangat setuju dengan orang yang menganologikan hidup sebagai sebuah perjalanan. Karena hampir genap 18 tahun, gue telah merasakan lika-liku perjalanan dari kisah hidup gue sendiri. Dimana gue bertemu dengan banyak orang, yang secara ga langsung telah mengisi dan memiliki andil tersendiri dalam membentuk potongan kisah yang pernah ada. Gue percaya kalo setiap orang yang bertemu dengan kita itu bukan tanpa maksud. Pasti ada sesuatu dibaliknya. Mungkin orang itu bisa mengajarkan kita tentang cinta, kasih sayang, persahabatan, rela berkorban, tolong menolong, atau pengalaman-pengalamannya yang bisa menginspirasi kehidupan kita sendiri. Sama halnya dengan setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita ini, bukan tanpa maksud atau terjadi gitu aja, tapi semuanya memiliki maksudnya sendiri, ntah itu apa.

Tentang sebuah pencarian. 'Berhentilah mencari, maka kau akan menemukan'.. Gue suka memakai kalimat itu dalam kamus keseharian gue (cuma dalam keseharian, bukan dalam kehidupan yang panjang). Dan gue merasa jika kalimat itu bukan sekedar omong kosong, tapi emang kenyataannya gitu. Coba aja kalo lu lagi keilangan barang, lu cari-cari sampe ngubek satu rumah ga ketemu-temu. Eh giliran lu udah pasrahin gitu aja, atau lu ga nyari lagi, tiba-tiba tuh barang nongol sendiri. Ngeledek kan tuh ya... Ckckc.. Kalo udah kayak gini, rasanya tuh pengen remes-remes tangan, gigitin kuku sampe abis saking gemesnya. Tenang, kalian ga sendiri kok. Gue juga sering mengalami hal ini :') #pukpuk..

Dalam perjalanan dan pencarian ini, gue selalu bertemu dengan orang-orang hebat. Kenapa gue katakan hebat? Bukan karena gue bertemu dengan pak presiden, deretan pejabat tinggi, artis terkenal, wirausahawan sukses, dan sebagainya. Tapi mereka, orang-orang hebat yang dijodohkan untuk bertemu dengan gue, adalah orang yang hebat di kehidupannya masing-masing. Ga perlu jadi terkenal untuk menyandang kata 'hebat', karena setiap orang hebat dalam kehidupannya masing-masing.

Orang-orang hebat yang gue temui adalah orang-orang yang melalui pengalamannya lah, gue bisa belajar banyak. Seperti contohnya, baru-baru ini gue bertemu dengan seseorang yang telah membuka mata gue terhadap dunia luas, dan juga terhadap impian gue. Semangatnya secara ga langsung nular ke gue wkwk.. Dia telah menginspirasi gue untuk menengok kembali impian yang sempet gue kubur dalem-dalem, dan mulai menggalinya lagi, mengangkatnya hingga ke langit tanpa batas. Ada juga seseorang yang mengajarkan gue tentang cinta dan kebersamaan. Gue ga pernah nyesel ketemu dengan mereka. Malahan gue ngucapin thanks berat karena udah berpartisipasi dalam rangkaian kehidupan gue selama ini hehe..

Pada akhirnya, hidup ini memang sebuah perjalanan. Dan gue harus terus melanjutkan perjalanan ini, sehingga gue harus meninggalkan banyak hal di belakang gue. Gue ga mungkin membawa semuanya, karena bobotnya pasti berat, langkah akan jadi tertatih saat berjalan ke depan :s Oleh karena itu, perlahan demi perlahan kita harus melepaskan masa lalu. Bukan berarti di lupain juga, tapi hanya dilepaskan. Ambil pengalaman dan ilmunya, lalu melangkah maju dengan bekal itu. Walau dilema rasanya saat harus kehilangan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari cerita ini, tapi mau ga mau, inilah hidup, inilah sebuah perjalanan.

Sampe dimana perjalanan kita? Ga akan ada yang tau. Kita hanya mampu berjalan dan terus berjalan. Menyusuri tiap jengkal kehidupan dan meraup hal-hal yang bisa dirasakan serta menikmati apa yang kita dapatkan dalam hidup ini. Walau kita tau ga akan ada yang abadi di dunia ini, namun semuanya harus tetep dijalanin toh? Ga kerasa sebentar lagi gue akan menempuh perjalanan hidup yang jauh lebih terjal, yaitu kuliah dan perantauan. Gue berharap semuanya akan baik-baik aja. Doain ya readers... Gue berharap blog ini tetep bisa keurus walau gue udah sibuk kuliah. Entah kenapa ada perasaan sedih pas ngetik postingan kali ini, jadinya gue ga begitu ngelucu ya kali ini :D