Pages - Menu

▼

Minggu, 26 Maret 2017

Hidup Tak Serumit Itu

Banyak hal di dunia ini yang terjadi di luar kendali kita. Dan kita sebagai manusia hanya berperan untuk menanggapinya.

Hidup selalu memberi pilihan, dan sekali lagi kita lah yang harus memutuskan. Kita tak mungkin berdiri di atas 2 perahu. Mungkin saja salah satu dari perahu tersebut akan karam, sementara yang lainnya akan mencapai muara. Karena itu, kadang kita ragu saat akan memilih. Takut pilihan kita jatuh di kapal yang karam. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita berjuang tuk mengubah haluan. Tiap perjalanan pasti memberi banyak pelajaran, meskipun pada akhirnya tidak berujung pada pulau harapan. Bukannya tidak, tapi belum waktunya. Semua akan terjadi di waktu yang tepat untuk seseorang yang tepat. Maka dari itu, siapkan dirimu selagi menunggu waktu yang tepat, agar kau siap menyambut apa yang disebut mereka sebagai kemenangan.

Kadang semuanya menjadi rumit. Menurutmu, siapakah yang telah mengkusutkan segumpal benang? Jawabannya adalah diri kita masing-masing. Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain, mungkin semuanya terlihat begitu sederhana. Sayangnya, manusia sering membesar-besarkan masalah, seolah-olah dirinya lah yang paling menderita. Manusia sering memilih tuk melihat dari sisi yang negatif, yang akhirnya menstimulus pikiran dan perasaan kita turut menjadi negatif juga. 

Setiap problematika dalam hidup ini mempunyai jalan keluar. Nah, tergantung diri kita, ingin menengok jalan keluar itu atau tetap berfokus pada masalah?

Orang bilang, semuanya tidak serumit apabila menyangkut hati. Hati seringkali mengambil peran di luar kendali kita, bahkan menentang pikiran kita. Namun, hati juga begitu rapuh. Jika ia terluka, ia akan mempengaruhi kinerja kesatuan tubuh. Hati mampu memberikan kebahagiaan, sekaligus penderitaan yang luar biasa. Hati dapat membelenggu kehidupan manusia, namun dapat membuat kita ringan seperti kapas. Kadang, jika hati telah memilih, semua menjadi tak berkutik. Peperangan antara hati dan otak, seringkali melelahkan batin.

Hidup memang rumit, tapi tak sampai menutup pintu kebahagiaan...
Hidup memang perjuangan, tapi di dalamnya mengandung kenikmatan...
Hidup diperuntukkan bagi siapa saja, namun yang membuatnya berbeda adalah kesiapan kita untuk keluar sebagai pemenang...

Benih yang Tak Bertumbuh

Kau pernah ada dalam sebentuk benih

Namun, maaf aku tak bisa menyiramimu apalagi memberikanmu pupuk

Malah aku harus menindihmu dengan bebatuan agar kau tak tumbuh dan bertunas

Walau kadang hujan mengijinkanmu tuk bertumbuh, namun sekali lagi harus kupaksakan diriku tuk menumpasmu

Aku harus menepiskan semua tentang kita

Mungkin terdengar kejam, tapi aku tak ingin semuanya bertambah buruk

Bukankah lebih mudah mencabut sebuah tunas daripada sebuah pohon yang telah berakar kuat?

Semoga kelak kau mengerti...

Ku yakin waktu akan mempertemukanmu dengan seseorang yang bisa merawatmu dan membuatmu tumbuh subur dan berbuah

Semoga aku pun juga akan menemukan orang semacam itu...

Kupikir Perbedaan itu Indah

Kupikir perbedaan itu indah...
Ya, mungkin terlalu indah sampai aku tak berani melanjutkan langkah.

Ku pikir semuanya dapat berjalan normal...
Namun, rasanya aku terlalu naif bila meniadakannya.

Kupikir ketidakyakinanku bukanlah sebuah masalah...
Hingga tanpa sadar itu telah menjadi pembatas antara kita.

Kupikir segala sesuatu harus dicoba lalu diperjuangkan...
Tapi kini, rasanya begitu berat tuk berpijak di papan yang koyak.

Pikiran lain ku muncul...
Mengapa harus mencoba jika nihil hasilnya?
Mengapa harus memperjuangkan yang dirasa tak dipantas?

Kupikir memang aku yang tak berani tuk sekedar memutuskan...
Karena dinding kebimbangan yang melingkupiku


Rupanya aku terlalu banyak berpikir
Tanpa pernah mencoba menggali nuraniku

Minggu, 19 Maret 2017

Info Bagi yang Masuk PPA/PPTI BCA 2017

Buat yang baru mau masuk PPA/PPTI BCA tahun ini, yang udah tandatangan kontrak tapi masih bingung karena belum punya temen. Nah gue mau invite kalian ke grup. Dimana dalam grup ini kalian bisa ketemu dengan temen-temen yang nantinya bakal jadi temen sekelas kalian hehe.. Hubungin gue aja ya, nanti gue invite ke grup nya. Thanks..

Id line gue : agnes_tanujaya

Sabtu, 18 Maret 2017

Ketika Rasa Tak Berdaya Itu Datang


Gue merasa buruk, bahkan dalam kondisi yang sangat buruk saat ini. Gue gatau mau curhat ke siapa, dan pilihan terakhir gue jatuh ke blog kesayangan gue ini. Ya, terkadang curhat melalui tulisan lebih enak daripada curhat ke orang. Walau tulisan ga bisa ngasih solusi, tapi setidaknya itu bisa membuat gue lega. Kadang terbersit di pikiran gue, kalo gue cerita ke orang, nanti mereka cuma akan ngehibur di depan gue, seolah-olah peduli, dan sekedar basa-basi. Dan gue udah muak dengan semua itu. Dipedulikan dengan cara yang ga tulus, bahkan mungkin aja mereka cuma sekedar kepo. Fatalnya, mereka malahan bisa ngomongin lu di belakang. Kita ga pernah tau hati tiap manusia. Kita hanya mengenali sosok kulit luarnya doang.

Kenapa gue katakan gue sedang merasa sangat sangat sangat buruk? Karena gue merasa miris. Gue merasa ga berdaya dan mungkin ga berguna. Gue ngerasa udah gagal untuk ngebantu temen deket gue sendiri. Yah gue merasa bener-bener down karenanya. Tapi ga mungkin gue nampilin wajah sedih di depan dia. Jelas dia yang lebih sedih dari gue. Dan gue ga mau buat dia tambah ngedrop karena ngeliat gue sedih. Alhasil, gue hanya bisa memasang poker face dan berusaha tetep tegar di sampingnya. Gue speechless karena emang gatau mau ngomong apa untuk motivasi dia. Yang bisa gue lakukan hanyalah tetep ada di sampingnya kapanpun dia butuh. Kadang, dengan diam aja semuanya jauh lebih baik untuk melalui masa-masa sulit.

Bukan cuma dia yang hancur, gue juga hancur. Ya mungkin gue agak dramatis ya. Tapi itulah perasaan yang gue rasain. Dari dulu, gue emang bukan guru yang baik, dan mungkin hingga saat ini bukan. Gue takut gue ga bisa bantu hingga selanjutnya nanti. Padahal gue udah ngerasa deket banget sama dia. Dan so pasti, gue ga siap kehilangan dia. Gue hampir gila memikirkannya. Sebagian pikiran gue mengatakan pasti bisa, sebagiannya lagi merasa takut. Bukan diri gue sendiri yang gue takutin, tapi nyawa orang lain.

Belom lagi dengan beberapa tanggungjawab yang gue emban. Mendapat kepercayaan, namun takut ga bisa menjalaninya dengan baik. Gue suka mendapat kepercayaan, tapi ada satu titik dimana gue merasa bukan orang yang tepat. Bahkan, secara ga langsung seseorang bilang gue ga cocok. Hmm.. Mungkin emang bener. Betapa gue saat ini merasa tak berdaya. Siapa yang bakal ngerti dengan keadaan gue saat ini? Mereka ga bakal ngerti. Mereka bakal ngegampangin semuanya. Arrggghhh... Belom lagi gue ngerasa kesel dengan orang-orang 'egois' yang ga peduli sama sekali. Kayak orang ga punya mata hati. Yah gue tau gue ga bisa nuntut atau ngeharusin mereka, karena itu bukan kewajiban mereka. Berasa kerja sendiri, capek sendiri, absurd -_- teserahlah.. Gue udah ga mau minta bantuan sama orang-orang macem itu. Selama bisa gue kerjain sendiri, lebih baik gue kerjain aja, daripada tambah kesel. Biarin aja lah gue anggep kasat mata aja.

Dan sejujurnya, gue pengen sekedar cerita sama seseorang. Tapi mungkin dia lagi sibuk atau emang ga peduli. Yaudahlah bodo amat. Gue ngerti kok banyak hal yang jauh lebih penting daripada dengerin cerita gue #emositingkattinggi

Gue harus apa? Gue hanya bisa mengusahakan yang terbaik. Selebihnya, gue serahkan sama Tuhan. Semoga hasilnya baik. Amin. Semoga kemungkinan terburuk itu ga terjadi, karena gue ga akan siap untuk kehilangan seorang lagi.