SMA/SMK, pilih yang mana ?!!

Diposting oleh Label: di

Halo guys, gue kali ini mau ngasih penjelasan kalian mengenai SMA dan SMK. Bukan maksud ngebandingin, gue cuma mau kasih tau aja plus minusnya. Semua memiliki nilai lebihnya masing-masing. Yang membedakan keduanya hanya dalam hal prioritas. Gue nulis ini berdasarkan apa yang gue alami dan gue lihat. Gue sendiri kan anak SMK, sedangkan koko gue anak SMA. Jadi dari situ gue bisa menyimpulkan beberapa hal mengenai SMA dan SMK.

Dalam hal prioritas, SMA lebih mempersiapkan muridnya untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Sedangkan SMK lebih membekali muridnya dengan keterampilan bekerja. Sehingga bisa disimpulkan jika di SMA lebih banyak teori, sedangkan di SMK lebih banyak praktek. Orang yang memilih SMA biasanya dikarenakan nantinya ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Sedangkan orang yang memilih SMK dikarenakan nantinya ingin langsung bekerja.

Tapi tidak semua seperti itu. Sekarang ini, banyak siswa/i SMK yang melanjutkan kuliah, tidak langsung bekerja. Namun, SMA memiliki peluang yang lebih besar untuk masuk universitas jika bersaing dengan anak SMK. Karena anak SMA telah dibekali materi yang cukup, sehingga akan memudahkan muridnya untuk tes masuk perguruan tinggi. Di SMK, ada materi yang tidak dipelajari atau tidak dipelajari secara mendalam. Oleh karena itu, mereka harus mempelajari sendiri jika ingin tes perguruan tinggi.

Maka sering dikatakan bahwa peluang anak SMK untuk berkuliah lebih kecil daripada anak SMA jika dilihat dari kesiapan materi. Peluangnya memang lebih kecil, tapi bukan berarti tidak bisa ya. Semua orang berlatar belakang apapun (SMA maupun SMK), bisa melanjutkan ke universitas manapun jika mereka mau berusaha.

Oleh karena itu, jangan berkecil hati. Jika anak SMK telah berhasil masuk unversitas sesuai dengan jurusan yang diambilnya saat SMK dulu, maka anak itu akan menjadi terpintar di kelasnya. Kenapa? Karena pelajaran-pelajaran yang diterima saat kuliah, sudah diterima anak itu saat SMK. Palingan hanya berupa pengembangan saja. Hal ini berbeda dengan anak SMA. Anak SMA mungkin belum mempunyai gambaran mengenai jurusan dan pelajaran yang dipelajari saat kuliah sehingga harus belajar dari awal.

Di SMK ada Praktek Kerja Lapangan (PKL), yaitu kegiatan praktek kerja di perusahaan-perusahaan. Jadi anak SMK telah mempunyai pengalaman bekerja dan mengetahui seperti apa dunia pekerjaan itu. Jika dilihat dari segi pelajaran antara SMA dan SMK, sudah pasti anak SMA lah pemenangnya. Anak SMA lebih mengupas setiap materi secara mendalam. Oleh karena itu, tak heran jika setiap lomba-lomba bidang akademik akan dimenangkan oleh SMA. Bahkan pernah ada lomba akuntansi yang diikuti oleh peserta SMA maupun SMK. Secara logika, seharusnya SMK lah yang menang dikarenakan hampir setiap hari anak SMK jurusan akuntansi akan fokus mempelajari akuntansi, tidak seperti SMA. Tapi kenyataannya adalah anak SMA yang meraih juara 1. Itulah faktanya.

Oh iya, sebagian besar SMK lebih identik dengan anak-anak yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah. Tidak semua seperti itu, tergantung dari sekolahnya dan jurusan yang dipilih. Jurusan di SMK dengan biaya yang agak mahal adalah pariwisata, perhotelan, farmasi, analis kimia, dan teknik. Karena jurusan-jurusan tersebut memiliki pengeluaran tambahan, seperti pariwisata yang pastinya akan sering berjalan-jalan di dalam negeri maupun ke luar negeri, sehingga pastinya merogoh kocek yang lebih.


Itulah sedikit dari gue mengenai SMA dan SMK. Apapun yang kalian pilih, dimanapun saat ini kalian berada, tidak usah menyesal. Jalani saja dengan sebaik-baiknya. Karena di SMA maupun SMK memiliki kemudahan dan kesulitannya masing-masing, memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Yang penting dalam menentukan SMA atau SMK, sesuaikan dengan keinginan pribadimu, keadaan ekonomi, minat dan bakat. Jangan sekedar ikut-ikutan teman atau sekedar gengsi. Cari informasi sebanyak-banyaknya agar kita tidak merasa salah memilih di kemudian hari. Apapun resiko dan segala sesuatu yang ga enak yang kita terima dari pilihan itu, harus kita jalani. Anggap aja sebagai suatu proses.
Posting Komentar

Back to Top